Lanjut Lagiii
PART 2
Six Sense: Sound
1 hari setelah Ragil mengantar Mella
menuju ke rumahnya, saat ia terbangun dari tempat tidurnya, kepalanya sangat
pusing sampai ingin meledak rasanya. “Uuh… Kenapa sih ini” Batin Ragil menahan
sakit di kepalanya. Ia lalu bangun dari tempat tidurnya dan berjalan terseok
seok seperti zombie. Sampai di tangga, ia agak takut turun dari tangga karena
saat ia berjalan, kepalanya terasa lebih sakit. Ragil nekat turun dari tangga
menggunakan penyangga tangga. Saat ia berjalan 4 tangga, tiba tiba kepalanya
sakit hebat melebihi yang tadi, ia sampai terduduk di tangga.
“Ragil…” Tiba
tiba ada suara yang mengagetkan Ragil
“Ugh… Si…
Siapa itu?” Jawab Ragil agak takut sambil menahan nyeri
Bugg!! Ragil
di pukul tepat di belakang kepalanya, seketika Ragil pingsan. 3 jam pingsan,
Ragil bangun dan merasa kepalanya sudah mulai baikan walaupun agak sedikit
pening. Ragil bangun dari tempatnya tertidur. “Eeh..” Batin Ragil. “Sofa siapa
ini?”. “Ini bukan rumahku” Ragil bingung.
“Ooh, sudah
bangun rupanya” Tiba tiba ada suara yang berasal dari dapur rumah itu. Suara
itu seperti yang ia dengar di rumahnya
“Siapa?” Kata
Ragil
Ragil lalu
menuju ke ruang dapur itu, ia lihat perempuan cantik sedang memasak sesuatu.
“Me… Mella?”
Ragil tampak terkejut
“Yaa… Sebentar,
aku mau masak untukmu. Pasti kau lapar” Kata Mella sambil tersenyum manis
“Ini
rumahmu?” Tanya Ragil
Mella
mengangguk. Mella lalu menyuruh Ragil ke ruang makan, Ragil lalu berjalan ke
ruang makan. Sampai di ruang makan, ia langsung duduk sambil menunggu Mella
datang membawa makanan.
Lima menit kemudian, Mella menuju
ruang makan sambil membawa makanan yang dimasaknya. Ragil lalu mengambil piring
dan langsung mengambil makanannya. “Wih, ada tuna” Batin Ragil yang sudah
ngiler lihat makanan yang dibawa Mella.
“Jadi… Kau
yang…” Kata Ragil sambil memasukkan nasi bercampur tuna
“Ya, aku yang masuk ke rumahmu kemarin” Jawab Mella
“Ya, aku yang masuk ke rumahmu kemarin” Jawab Mella
“Apa yang kau
lakukan kemarin? Dan apakah ada kaitannya dengan kepalaku yang terasa pening?”
“Benar” Kata
Mella sambil memasukkan tuna kemulutnya. “Aku mentransfer kekuatanku yang ada
dalam diriku setengah untukmu”
“Apa? Aku tak
mengerti” Jawab Ragil bego
“Kau punya
setengah kekuatanku, aku juga ada. Kau bisa memiliki kemampuan lain dengan
membantu hantu”
“Apa? Bukan
memburu hantu yang seperti cerbung ghost hunter”
“Ah, emang
kutu busuk kamu! Nggak ngerti ngerti! Itu cuma cerbung! Nggak nyata!” Kata
Mella sambil memukul Ragil menggunakan sendoknya
“Duh, sakit
tau!”
“Makanya agak
peka dikit kenapa?!”
“Iya iya. Eh,
aku tadi lihat orang tuamu di ruang tamu. Mereka sepertinya sedang berbicara
dengan seseorang” Kata Ragil malas
“Orang tuaku?
Mereka sudah meninggal 2 tahun yang lalu . Tinggal arwahnya yang bergentayangan
dirumah ini. Aku tak pernah melihatnya” Kata Mella agak sedih
Ragil
tertegun, keringat dingin membasahi bajunya. Ia melihat wajah Mella yang hampir
menangis. Ragil merasa tak enak.
“Duh, maaf,
aku ga tau soal itu” Ragil meminta maaf kepada Mella. Mella mengusap air mata
di wajahnya.
“Yah, kamu
beruntung bisa bertemu mereka. Aku ingin sekali bertemu dengan mereka dan
berbicara pada mereka” Kata Mella
“Apakah kau
ingin bicara dan bertemu mereka? Akan aku antar kamu ke ruang tamu” Kata Ragil
sambil beranjak dari tempat duduknya
“Tunggu, aku…
Aku tak bisa melihat mereka”
“Tak apa, aku
akan membantumu” Kata Ragil sambil menarik tangan Mella
Mella
tersenyum sedikit, ia lalu mengikuti Ragil ke ruang tamu. Mella terkejut, ia
melihat orang tuanya berbicara dengan orang yang membunuh orang tuanya!.
“Kau….” Mella
mengeram. Wajahnya tampak marah
“Me… Mella?”
Orang yang sedang berbicara dengan orang tua Mella tampak terkejut melihat
kehadiran Mella
“Kau
biadab!!” Kata Mella sambil berlari kearah orang itu
“Percuma, kau
tak akan bisa apa apa” Kata orang itu sambil menghilang
“Mella,
sudahlah” Orang tua Mella tampak menenangkan Mella yang sudah hilang kendali
“Ayah, Ibu…”
Kata Mella sambil mendekat ke kedua orang tuanya
“Ya anakku…
Ayah dan Ibu sudah ikhlas, baru saja orang itu meminta maaf pada kami karena
sudah membunuh kami” Kata Ayah Mella
“Tapi, aku
tak terima!” Kata Mella yang suaranya agak meninggi. “Dia sudah menuang minyak
ke dalam kobaran api!”
“Ayah dan Ibu
sudah ikhlas, jadi, selamat tinggal Mella” Kata Orang tua Mella yang sedikit
demi sedikit mulai dari kakinya menghilang dan akhirnya seluruh badannya
“Ayahh!!
Ibuu!!” Teriak Mella saat ke 2 orang tuanya menghilang
Mella menahan
isaknya. Ia lihat Ragil tertunduk lemas di lantai rumahnya. Mella cepat cepat
menghampiri Ragil yang sudah lemas.
“Kenapa kau?”
Tanya Mella khawatir
“Aku… Aku
membantumu agar kau bisa berbicara pada orang t… Tuamu…” Kata Ragil lemas
“Bagaimana
kau melakukannya?”
“Ta… Tadi
seperti ada su… Suara yang masuk ke telingaku. Ia memberikan ca… Cara untuk
membantu, mentransfer dan…” Saat Ragil ingin melanjutkan kata katanya, ia tiba
tiba pingsan
“Ah… Suara
itu… Iblis” Kata Mella yang agak tegang
Mella membawa Ragil ke rumahnya
dengan cara teleporting. Ragil pingsan di sofanya. Saat esok, ia bangun dengan
wajah malasnya seperti biasa. Kepalanya tak lagi terasa sakit, ia lalu melihat
smartphonenya. “Baterainya tinggal 15 persen” Batin Ragil. Ia lihat ada 22 miss
call dan 31 sms. Ia baca semua smsnya, 12 sms dari teman temannya yang tidak
penting dan 10 sms dari orang tuanya. “Oh iya!! Ana Masuk rumah sakit!” Teriak
Ragil saat ia baca 10 sms itu, tapi, yang membuatnya sangat terkejut adalah
bahwa adik perempuan satu satunya itu koma. Miss call itu semuanya dari orang
tuanya yang begonya, smartphone Ragil di silent. Ia cepat cepat menelpon
Papanya dan untungnya dijawab. Ia akhirnya tau bahwa adiknya berada di RSUD
Jakarta. Ia cepat cepat ambil motornya dan segera melaju.
Bersambung
....
No comments:
Post a Comment