Find a other post

Tuesday, September 1, 2015

Six Sense



 Lanjut Lagiii

PART 2
Six Sense: Sound

            1 hari setelah Ragil mengantar Mella menuju ke rumahnya, saat ia terbangun dari tempat tidurnya, kepalanya sangat pusing sampai ingin meledak rasanya. “Uuh… Kenapa sih ini” Batin Ragil menahan sakit di kepalanya. Ia lalu bangun dari tempat tidurnya dan berjalan terseok seok seperti zombie. Sampai di tangga, ia agak takut turun dari tangga karena saat ia berjalan, kepalanya terasa lebih sakit. Ragil nekat turun dari tangga menggunakan penyangga tangga. Saat ia berjalan 4 tangga, tiba tiba kepalanya sakit hebat melebihi yang tadi, ia sampai terduduk di tangga.

“Ragil…” Tiba tiba ada suara yang mengagetkan Ragil

“Ugh… Si… Siapa itu?” Jawab Ragil agak takut sambil menahan nyeri

Bugg!! Ragil di pukul tepat di belakang kepalanya, seketika Ragil pingsan. 3 jam pingsan, Ragil bangun dan merasa kepalanya sudah mulai baikan walaupun agak sedikit pening. Ragil bangun dari tempatnya tertidur. “Eeh..” Batin Ragil. “Sofa siapa ini?”. “Ini bukan rumahku” Ragil bingung.

“Ooh, sudah bangun rupanya” Tiba tiba ada suara yang berasal dari dapur rumah itu. Suara itu seperti yang ia dengar di rumahnya

“Siapa?” Kata Ragil

Ragil lalu menuju ke ruang dapur itu, ia lihat perempuan cantik sedang memasak sesuatu.

“Me… Mella?” Ragil tampak terkejut

“Yaa… Sebentar, aku mau masak untukmu. Pasti kau lapar” Kata Mella sambil tersenyum manis

“Ini rumahmu?” Tanya Ragil

Mella mengangguk. Mella lalu menyuruh Ragil ke ruang makan, Ragil lalu berjalan ke ruang makan. Sampai di ruang makan, ia langsung duduk sambil menunggu Mella datang membawa makanan.

            Lima menit kemudian, Mella menuju ruang makan sambil membawa makanan yang dimasaknya. Ragil lalu mengambil piring dan langsung mengambil makanannya. “Wih, ada tuna” Batin Ragil yang sudah ngiler lihat makanan yang dibawa Mella.

“Jadi… Kau yang…” Kata Ragil sambil memasukkan nasi bercampur tuna
“Ya, aku yang masuk ke rumahmu kemarin” Jawab Mella

“Apa yang kau lakukan kemarin? Dan apakah ada kaitannya dengan kepalaku yang terasa pening?”

“Benar” Kata Mella sambil memasukkan tuna kemulutnya. “Aku mentransfer kekuatanku yang ada dalam diriku setengah untukmu”

“Apa? Aku tak mengerti” Jawab Ragil bego

“Kau punya setengah kekuatanku, aku juga ada. Kau bisa memiliki kemampuan lain dengan membantu hantu”

“Apa? Bukan memburu hantu yang seperti cerbung ghost hunter”

“Ah, emang kutu busuk kamu! Nggak ngerti ngerti! Itu cuma cerbung! Nggak nyata!” Kata Mella sambil memukul Ragil menggunakan sendoknya

“Duh, sakit tau!”

“Makanya agak peka dikit kenapa?!”

“Iya iya. Eh, aku tadi lihat orang tuamu di ruang tamu. Mereka sepertinya sedang berbicara dengan seseorang” Kata Ragil malas

“Orang tuaku? Mereka sudah meninggal 2 tahun yang lalu . Tinggal arwahnya yang bergentayangan dirumah ini. Aku tak pernah melihatnya” Kata Mella agak sedih

Ragil tertegun, keringat dingin membasahi bajunya. Ia melihat wajah Mella yang hampir menangis. Ragil merasa tak enak.

“Duh, maaf, aku ga tau soal itu” Ragil meminta maaf kepada Mella. Mella mengusap air mata di wajahnya.

“Yah, kamu beruntung bisa bertemu mereka. Aku ingin sekali bertemu dengan mereka dan berbicara pada mereka” Kata Mella

“Apakah kau ingin bicara dan bertemu mereka? Akan aku antar kamu ke ruang tamu” Kata Ragil sambil beranjak dari tempat duduknya

“Tunggu, aku… Aku tak bisa melihat mereka”

“Tak apa, aku akan membantumu” Kata Ragil sambil menarik tangan Mella

Mella tersenyum sedikit, ia lalu mengikuti Ragil ke ruang tamu. Mella terkejut, ia melihat orang tuanya berbicara dengan orang yang membunuh orang tuanya!.

“Kau….” Mella mengeram. Wajahnya tampak marah

“Me… Mella?” Orang yang sedang berbicara dengan orang tua Mella tampak terkejut melihat kehadiran Mella

“Kau biadab!!” Kata Mella sambil berlari kearah orang itu

“Percuma, kau tak akan bisa apa apa” Kata orang itu sambil menghilang

“Mella, sudahlah” Orang tua Mella tampak menenangkan Mella yang sudah hilang kendali

“Ayah, Ibu…” Kata Mella sambil mendekat ke kedua orang tuanya

“Ya anakku… Ayah dan Ibu sudah ikhlas, baru saja orang itu meminta maaf pada kami karena sudah membunuh kami” Kata Ayah Mella

“Tapi, aku tak terima!” Kata Mella yang suaranya agak meninggi. “Dia sudah menuang minyak ke dalam kobaran api!”

“Ayah dan Ibu sudah ikhlas, jadi, selamat tinggal Mella” Kata Orang tua Mella yang sedikit demi sedikit mulai dari kakinya menghilang dan akhirnya seluruh badannya

“Ayahh!! Ibuu!!” Teriak Mella saat ke 2 orang tuanya menghilang

Mella menahan isaknya. Ia lihat Ragil tertunduk lemas di lantai rumahnya. Mella cepat cepat menghampiri Ragil yang sudah lemas.

“Kenapa kau?” Tanya Mella khawatir

“Aku… Aku membantumu agar kau bisa berbicara pada orang t… Tuamu…” Kata Ragil lemas

“Bagaimana kau melakukannya?”

“Ta… Tadi seperti ada su… Suara yang masuk ke telingaku. Ia memberikan ca… Cara untuk membantu, mentransfer dan…” Saat Ragil ingin melanjutkan kata katanya, ia tiba tiba pingsan

“Ah… Suara itu… Iblis” Kata Mella yang agak tegang

            Mella membawa Ragil ke rumahnya dengan cara teleporting. Ragil pingsan di sofanya. Saat esok, ia bangun dengan wajah malasnya seperti biasa. Kepalanya tak lagi terasa sakit, ia lalu melihat smartphonenya. “Baterainya tinggal 15 persen” Batin Ragil. Ia lihat ada 22 miss call dan 31 sms. Ia baca semua smsnya, 12 sms dari teman temannya yang tidak penting dan 10 sms dari orang tuanya. “Oh iya!! Ana Masuk rumah sakit!” Teriak Ragil saat ia baca 10 sms itu, tapi, yang membuatnya sangat terkejut adalah bahwa adik perempuan satu satunya itu koma. Miss call itu semuanya dari orang tuanya yang begonya, smartphone Ragil di silent. Ia cepat cepat menelpon Papanya dan untungnya dijawab. Ia akhirnya tau bahwa adiknya berada di RSUD Jakarta. Ia cepat cepat ambil motornya dan segera melaju.

                                                                                                Bersambung
....

No comments:

Post a Comment