Find a other post

Friday, September 25, 2015

Six Sense



PART 8 (B)
Six Sense: Devil

“Aku akan mati… Aku akan mati…” Batin Ragil yang sudah panik sambil merangkak menjauh dari centaur kedua. Syatt!! Centaur kedua melancarkan serangan tombaknya. Krakk!! Sebuah pedang emas menangkis serangan itu dan membuat tombak centaur itu patah.

“L… Lisa…” Ragil melihat Lisa yang membawa sebuah pedang emas. “Excalibur!?”

“Tepat waktu…” Kata Lisa. “Terima kasih sudah mengulur waktu banyak”

“Apa itu… Excalibur?! Kupikir itu hanya mitos!”

“Pedang ini memang Excalibur, ini punyaku. Aku membuatnya sama persis dengan yang milik King Arthur” Kata Lisa yang langsung menyerang centaur kedua itu.

“P… Putri?” Centaur itu tampak takut melihat Lisa. Crashh!! Pedang Excalibur yang dibawa Lisa menancap di leher centaur kedua itu. “Tak… mung… kin…” Brugh! Centaur itu jatuh ke tanah. Iblis yang melihat anak buahnya dihabisi tampak geram.

“Bocah sial… Harus kuhabisi…” Iblis itu lalu turun ke bawah. Sementara itu, Lisa sedang mengobati Ragil dengan sihirnya.

“Bagaimana?” Tanya Lisa setelah selesai mengobati Ragil

“Sudah baikan, terima kasih…” Jawab Ragil sambil tersenyum dan langsung berdiri. Mereka berdua melihat Iblis itu berjalan mendekati mereka sambil bertepuk tangan

“Khu khu khu… Ternyata aku mendapat tamu tak diundang…” Iblis itu berhenti di tempat centaur kedua yang mati itu. “Dan… Kenapa kau membantu dia, Lisa? Bahkan sampai mengajarkan sihir peledak pada bocah ini” Iblis itu melirik Lisa

“Ayah…” Lisa mengambil kuda kuda untuk menyerang.

“A… apa maksudnya!? Dia… kau…” Ragil kaget mendengar pembicaraan mereka berdua

“Benar… Dia ayahku” Jawab Lisa yang masih memasang kuda kuda. “Kau sialan, ayah… beraninya kau mengambil Mella dari Ragil”

“Huh… Dia ingkar janji padaku”

“Janji apa?! Mengorbankan satu perempuan?! Aku sudah katakan akan aku carikan!!” Teriak Ragil mulai emosi

“Carikan? Khu khu… sampai kapan? 1 abad lagi? Padahal sudah ada Mella…”

“Apa apaan kau brengsek! Akan kucarikan tapi bukan Mella!!”

“Cih… Kalau begitu, kita bertarung” Iblis mengangkat tangannya, dan pedang Kusanagi muncul di tangannya

Kusanagi no tsurugi… Pedang legendaris Yamata No Orochi…” Walaupun Lisa melihat pedang yang dibawa Iblis itu, Lisa tetap tak gentar. “Baiklah Ragil, misimu sudah selesai. Kau boleh menyelamatkan diri dari sini. Tentunya dengan Mella”

“Tak akan…” Tangan Ragil mengepal

“Apa maksudmu? Kau bisa pergi sekarang dan selamatkan Mella! Biar aku yang melawan ayahku”

“Aku tak akan membiarkan temanku mati walaupun itu hewan sekalipun!!” Teriak Ragil. “Lisa, pinjamkan pedangmu padaku”

“Apa? Lalu aku…” Lisa bingung mau bicara apa

“Jadilah katana, aku akan menyelesaikannya sendiri”

“Baiklah… Kalau itu maumu” Lisa melemparkan pedang Excalibur itu ke Ragil dan menjadi katana. Ragil mengambil Lisa yang berwujud katana dan melepas sarungnya. Api biru muncul seketika

Dual sword? Kau kira bisa menandingiku walaupun kau menggunakan itu?”

“Kekuatanmu hanya ada didunia ini saja dan dari nalurimu saja…” Ragil memasang kuda kuda menyerang

“Apa maksudmu?” Iblis itu bingung

“Bukan Dari hatimu!!” Ragil melesat dengan cepat

“Cih!” Iblis itu juga menyerang. Trang Trang!! Dual sword yaitu Excalibur dan katana, melawan Kekuatan Kusanagi no Tsurugi yaitu Yamata no Orochi. Pertarungan itu sudah mengabiskan hampir setengah tenaga Ragil.

“Hosh… Hosh…” Ragil melompat mundur

“Sudah lelah? Huh, bocah lemah”

“Masih… Belum…” Ragil kembali menyerang iblis itu

            5 jam lamanya mereka bertarung, kekuatan itu sudah diluar batas manusia pada umumnya. Ragil hanya mempunyai seperempat tenaga lagi, tubuhnya sudah babak belur dan tangannya sudah lecet dan luka karena banyak mengayunkan pedang. Sedangkan iblis itu juga sudah kewalahan menghadapi Ragil, mereka seimbang dalam skill bertarung, juga skill sihir.

Arkana J’e Kor’t No Rin’ne!!” Iblis itu mengucapkan mantera api hitam. Bweeshh!! Api hitam menuju kea rah Ragil. Namun, dengan mudahnya Ragil menghindarinya, tiba tiba api hitam itu berbentuk menjadi duri yang mengenai kaki Ragil hingga kakinya berlubang.

“Sial!!” Gumam Ragil menahan sakit

“Hahaha!!” Iblis itu tertawa melihat Ragil sudah kewalahan

“Ragil!!” Lisa berubah menjadi seperti semula lagi

“Ukh, kakiku…”

“Gunakan sihirmu!! Sihir yang kuberikan sebelum kita kesini!!” Kata Lisa sambil menyemangati Ragil

“Eh, benar juga!!” Ragil menutup matanya. “Raf Ertan Evil Jurte We’s Fak… Aly!!

Tubuh Ragil melayang ke atas, cahaya biru menyelimuti tubuhnya. Lama kelamaan dia menjadi monster dengan 2 sayap dibelakangnya dan kuku naga.

“Ugh… Apa apaan sihir itu!! Lisa!!” Iblis itu tampak ketakutan

“Ayah, aku sudah menyembunyikan ini selama ini. 23 tahun kita tidak bertemu, aku hanya mempelajari satu sihir ini…”

“B… Baiklah… Kita bisa bicarakan baik baik kan?” Iblis itu meletakkan Kusanaginya  dan tampak ketakutan

Show me in the hell…” Ragil menancapkan kuku kukunya ke iblis itu

“UAARRGGHH!!!” Iblis itu mengerang kesakitan dan akhirnya lenyap

“Ugh…” Lama kelamaan tubuh Ragil kembali seperti semula, dan pingsan

“Oh iya, aku lupa bicara. Jika kau menggunakan sihir ini, setelah itu kau akan pingsan selama beberapa hari…” Lisa tersenyum dan mengangkat Ragil. Juga Mella. Ragil memindahkan mereka dengan teleportasi ke halaman rumah sakit.

                                                                                    Bersambung
....

No comments:

Post a Comment