PART 8 (B)
Six Sense: Devil
“Aku akan mati… Aku akan mati…” Batin
Ragil yang sudah panik sambil merangkak menjauh dari centaur kedua. Syatt!! Centaur
kedua melancarkan serangan tombaknya. Krakk!! Sebuah pedang emas menangkis
serangan itu dan membuat tombak centaur itu
patah.
“L… Lisa…” Ragil melihat Lisa yang
membawa sebuah pedang emas. “Excalibur!?”
“Tepat waktu…” Kata Lisa. “Terima
kasih sudah mengulur waktu banyak”
“Apa itu… Excalibur?! Kupikir itu hanya mitos!”
“Pedang ini memang Excalibur, ini
punyaku. Aku membuatnya sama persis dengan yang milik King Arthur” Kata Lisa yang langsung menyerang centaur kedua itu.
“P… Putri?” Centaur itu tampak takut melihat Lisa. Crashh!! Pedang Excalibur yang dibawa Lisa menancap di
leher centaur kedua itu. “Tak… mung…
kin…” Brugh! Centaur itu jatuh ke
tanah. Iblis yang melihat anak buahnya dihabisi tampak geram.
“Bocah sial… Harus kuhabisi…” Iblis itu
lalu turun ke bawah. Sementara itu, Lisa sedang mengobati Ragil dengan
sihirnya.
“Bagaimana?” Tanya Lisa setelah
selesai mengobati Ragil
“Sudah baikan, terima kasih…” Jawab
Ragil sambil tersenyum dan langsung berdiri. Mereka berdua melihat Iblis itu berjalan
mendekati mereka sambil bertepuk tangan
“Khu khu khu… Ternyata aku mendapat
tamu tak diundang…” Iblis itu berhenti di tempat centaur kedua yang mati itu. “Dan… Kenapa kau membantu dia, Lisa?
Bahkan sampai mengajarkan sihir peledak pada bocah ini” Iblis itu melirik Lisa
“Ayah…” Lisa mengambil kuda kuda
untuk menyerang.
“A… apa maksudnya!? Dia… kau…” Ragil
kaget mendengar pembicaraan mereka berdua
“Benar… Dia ayahku” Jawab Lisa yang
masih memasang kuda kuda. “Kau sialan, ayah… beraninya kau mengambil Mella dari
Ragil”
“Huh… Dia ingkar janji padaku”
“Janji apa?! Mengorbankan satu
perempuan?! Aku sudah katakan akan aku carikan!!” Teriak Ragil mulai emosi
“Carikan? Khu khu… sampai kapan? 1
abad lagi? Padahal sudah ada Mella…”
“Apa apaan kau brengsek! Akan
kucarikan tapi bukan Mella!!”
“Cih… Kalau begitu, kita bertarung”
Iblis mengangkat tangannya, dan pedang Kusanagi
muncul di tangannya
“Kusanagi
no tsurugi… Pedang legendaris Yamata
No Orochi…” Walaupun Lisa melihat pedang yang dibawa Iblis itu, Lisa tetap
tak gentar. “Baiklah Ragil, misimu sudah selesai. Kau boleh menyelamatkan diri
dari sini. Tentunya dengan Mella”
“Tak akan…” Tangan Ragil mengepal
“Apa maksudmu? Kau bisa pergi
sekarang dan selamatkan Mella! Biar aku yang melawan ayahku”
“Aku tak akan membiarkan temanku mati
walaupun itu hewan sekalipun!!” Teriak Ragil. “Lisa, pinjamkan pedangmu padaku”
“Apa? Lalu aku…” Lisa bingung mau bicara apa
“Jadilah katana, aku akan
menyelesaikannya sendiri”
“Baiklah… Kalau itu maumu” Lisa melemparkan
pedang Excalibur itu ke Ragil dan
menjadi katana. Ragil mengambil Lisa yang berwujud katana dan melepas
sarungnya. Api biru muncul seketika
“Dual
sword? Kau kira bisa menandingiku walaupun kau menggunakan itu?”
“Kekuatanmu hanya ada didunia ini saja
dan dari nalurimu saja…” Ragil memasang kuda kuda menyerang
“Apa maksudmu?” Iblis itu bingung
“Bukan Dari hatimu!!” Ragil melesat
dengan cepat
“Cih!” Iblis itu juga menyerang.
Trang Trang!! Dual sword yaitu Excalibur dan katana, melawan Kekuatan Kusanagi no Tsurugi yaitu Yamata no Orochi. Pertarungan itu sudah
mengabiskan hampir setengah tenaga Ragil.
“Hosh… Hosh…” Ragil melompat mundur
“Sudah lelah? Huh, bocah lemah”
“Masih… Belum…” Ragil kembali
menyerang iblis itu
5
jam lamanya mereka bertarung, kekuatan itu sudah diluar batas manusia pada
umumnya. Ragil hanya mempunyai seperempat tenaga lagi, tubuhnya sudah babak
belur dan tangannya sudah lecet dan luka karena banyak mengayunkan pedang.
Sedangkan iblis itu juga sudah kewalahan menghadapi Ragil, mereka seimbang
dalam skill bertarung, juga skill sihir.
“Arkana
J’e Kor’t No Rin’ne!!” Iblis itu mengucapkan mantera api hitam. Bweeshh!!
Api hitam menuju kea rah Ragil. Namun, dengan mudahnya Ragil menghindarinya,
tiba tiba api hitam itu berbentuk menjadi duri yang mengenai kaki Ragil hingga
kakinya berlubang.
“Sial!!” Gumam Ragil menahan sakit
“Hahaha!!” Iblis itu tertawa melihat
Ragil sudah kewalahan
“Ragil!!” Lisa berubah menjadi
seperti semula lagi
“Ukh, kakiku…”
“Gunakan sihirmu!! Sihir yang
kuberikan sebelum kita kesini!!” Kata Lisa sambil menyemangati Ragil
“Eh, benar juga!!” Ragil menutup
matanya. “Raf Ertan Evil Jurte We’s Fak…
Aly!!”
Tubuh Ragil melayang ke atas, cahaya
biru menyelimuti tubuhnya. Lama kelamaan dia menjadi monster dengan 2 sayap
dibelakangnya dan kuku naga.
“Ugh… Apa apaan sihir itu!! Lisa!!”
Iblis itu tampak ketakutan
“Ayah, aku sudah menyembunyikan ini
selama ini. 23 tahun kita tidak bertemu, aku hanya mempelajari satu sihir ini…”
“B… Baiklah… Kita bisa bicarakan baik
baik kan?” Iblis itu meletakkan Kusanaginya dan tampak ketakutan
“Show
me in the hell…” Ragil menancapkan kuku kukunya ke iblis itu
“UAARRGGHH!!!” Iblis itu mengerang
kesakitan dan akhirnya lenyap
“Ugh…” Lama kelamaan tubuh Ragil
kembali seperti semula, dan pingsan
“Oh iya, aku lupa bicara. Jika kau
menggunakan sihir ini, setelah itu kau akan pingsan selama beberapa hari…” Lisa
tersenyum dan mengangkat Ragil. Juga Mella. Ragil memindahkan mereka dengan
teleportasi ke halaman rumah sakit.
Bersambung
....