Maap bgt, telat aplotnya :). Ini ane apdet :D.
*Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar
PART
3 (A)
Life
For Game: Pvp!
*Sebulan
telah berlalu
“Eh,
denger cerita kemarin gak?” Tanya Lyla sambil meminum minuman yang dipesannya.
Oh iya, di game ini juga ada bar atau kafe untuk istirahat. Nah, disitu ada
Ragil dan Lyla sedang istirahat (Katakanlah kencan juga bisa). Aya tidak disitu
karena sedang menjalankan misi bersama Erland dan anggota lain
“Apa?”
Jawab Ragil
“Katanya
sekarang ada fitur baru di game ini. Namanya PvP”
“Player vs Player?”. Lyla mengangguk
“Tapi,
akan hanya salah satu yang masih hidup. Karena itu adalah pertarungan hidup dan
mati... Seperti layaknya melawan bos”
“Yang
menang akan hidup, yang kalah musnah... Menarik” Komentar Ragil. “Lalu, apa
imbalannya?”
“Rare items” Ujar Lyla
“Seperti?”
“Ya,
Muramasa level 13, Rebrator level 9 mungkin pedangmu lebih kuat, Pet level 12...” Lyla mengingat ingat. “Oh iya, kalo beruntung,
bisa dapet Excalibur level 24 loh...”
Ragil
tersedak. “Uhuk... Uhuk... Ex...
Excalibur?! Level 24?!”
“Iya”
Ragil
berpikir sejenak, ia sangat tertarik dengan apa yang dijanjikan. “Tapi, jika
kalah, aku mati...” Batinnya. Ragil bingung, ia senang apa hadiah yang akan
didapat. Tapi risikonya kalau kalah...
“Hei...
Hei... Malah melamun” Kata Lyla sambil menepuk pundak Ragil
“Eh,
oh...”. “Lumayan menarik...” Ucap Ragil dengan wajah sok cool lalu memakan roti
bakarnya
“Jadi,
kau mau ikut?”
“Mungkin
saja?”
“Tapi
jika kau mati, aku...” Lyla segera menutup mulutnya
“Kenapa?”
“Eng...
Gapapa...” Ucap Lyla sambil menuju ketempatnya semula
“Ngomong
ngomong, makasih ya buat makanan ini” Kata Ragil lalu berdiri
Lyla
tersenyum manis. Ragil lalu meninggalkan Lyla sendirian disitu. “PvP... risikonya sangat besar, tapi aku
tertarik...” Batin Ragil seraya berjalan melewati beberapa player dan NPC yang
lewat.
“Oi!!”
Terdengar teriakan seseorang dari belakang Ragil. Ragil menoleh dan mendapati
Leo yang berlari kearahnya
“Kenapa?”
Tanya Ragil bingung
“Hah...
Hosh... Ada yang ingin kubicarakan denganmu...” Ucap Leo ngos ngosan. Ragil
mendengarkan apa informasi dari Leo
“Eeh?!
Aya dikota ketiga!?” Ragil terbelalak kaget. “Erland juga?!”
“Benar...
Mereka nyasar sampai situ, padahal, itu adalah wilayah musuh. Ras kuning...”
“Lalu,
mereka disekap?!”
“Kemungkinan
begitu...”
“Lalu
bagaimana dengan yang lain!?”
“Mungkin
sebagian mati, sebagian disekap juga”
Ragil
mengeram. “Cih! Sial...” Batinnya kesal. “Aku harus menyelamatkan mereka...”.
Tiba tiba Ragil teringat sesuatu. “Baiklah, akan kuselesaikan dengan PvP”
“PvP? Kau ingin bertaruh nyawa?” Kata Leo
yang mengagetkan Ragil
“Barusan...
Kau baca pikiranku?” Ucap Ragil heran. Leo mengangguk
“Ini
adalah skill baruku...” Leo
cengengesan
Ragil
mengangguk paham. “Baiklah... Kita kumpulkan anggota yang masih ada. Leo, kau
cari Louis, tadi ia tidak ikut karena sedang dating bersama seorang perempuan. Aku akan mencari Lyla”
Leo
manggut manggut. Ia kemudian berlari sambil mencoba mengirim pesan ke Louis.
Sedangkan Ragil berlari kearah bar tadi. Sampai disana, ia melihat Lyla
bercakap cakap dengan player penjaga bar tersebut. “Itu!”
“Lyla!”
Teriak Ragil dari pintu masuk
“Kenapa?”
Ragil
memberi isyarat agar Lyla kesini. Lyla kemudian medekatinya.
“Ada
apa? Tampaknya kau resah” Kata Lyla khawatir
“Ay...
Aya... Erland... Dan anggota lain...”. “Disekap dikota ketiga!”
“Eeh!?”
“Cepat
ikuti aku!”
Ragil
berlari ke utara dan Lyla mengikutinya.
Tidak ada 30 menit, mereka sampai
dijalan keluar kota kedua. Terlihat, Leo dan Louis sudah menunggunya disana.
“Hah...
Lama banget” Kata Louis yang duduk santai dibawah pohon
“Lama?!
Kau bilang lama?!” Jawab Ragil tak terima
“Sudahlah...
Ayolah, kita ini satu guild. Masa kaya gitu...” Sela Lyla. Ragil dan Louis
saling tatap lalu memalingkan wajahnya dengan angkuh
“Hadeh...
Bakal bubar kalo gini” Ucap Leo. “Ayo kita buat rencana”
Leo
mengambil sebatang ranting kecil untuk menulis ditanah. Ia memulainya dengan
gambar keadaan kota itu. Leo mulai menjelaskan detil detil tempat, penjaga dan
isi kota tersebut.
“Disebelah
timur gerbang, ada 2 player menggunakan tameng level 5 dan armor level 7. Kita harus mengalahkannya” Ujar Leo. “Disebelah
barat, ada ruang kosong yang cukup bagus untuk dilewati dengan mudah”
“Sebenarnya,
aku tidak mau jadi pembunuh, namun apa boleh buat...” Batin Ragil
Leo
masih menjelaskan. Ruangan ruangan ditempat itu dan seberapa bahayanya dia
jelaskan.
“Baiklah,
semuanya sudah kuberikan. Saatnya kita berjalan” Leo bangkit berdiri
Mereka
semua lalu keluar dari kota kedua.
Diperjalanan, banyak sekali monster
monster level rendah menghadang. Cukup besar juga, tapi sangat lemah. Kini,
mereka dihadang oleh monster berkepala tiga yang mempunyai 5 health. Ragil dan Lyla menghindar
bersembunyi dibalik pepohonan sedangkan Louis dan Leo berada di balik semak
belukar.
“Gil,
gimana ini?” Tanya Lyla takut
“Tenang,
pikir dengan jernih...” Kata Ragil mencoba menenangkan. “Gini saja, kita maju
menyerang secara mendadak, seperti yang kita lakukan sebelumnya. Kau keluarkan skill terbaikmu dan aku juga”
Lyla
mengangguk paham. Ragil menghitung dengan jari, 3... 2... 1... Ayo!. Syat!
Mereka keluar dan menyerangnya bertubi tubi.
“Blue flame of death!” Swosh! Api biru
keluar dari pedangnya sampai membakar hangus monster itu, tapi belum mati
“Black fire extinction!“ Swing! Pedang
Lyla mengeluarkan api hitam! Lyla menyerang monster itu hingga hampir mati.
Sekarang, health monster itu tinggal
dua
“Death blow!”
Crash!
Ragil memotong monster itu hingga terbelah menjadi dua. Leo dan Louis kemudian
keluar sambil menatap takjub.
“Gila,
gak sampe berkurang health kalian...”
Komentar Louis sambil tepuk tangan
“Intinya
kerjasama” Kata Ragil sambil melirik Lyla. Ia tersenyum dan membuat Lyla
tersipu
Bersambung
....
No comments:
Post a Comment