Find a other post

Thursday, September 17, 2015

Life For Game



 Maap bgt, telat aplotnya :). Ini ane apdet :D.
*Pembaca yang baik selalu meninggalkan komentar
PART 3 (A)
Life For Game: Pvp!
*Sebulan telah berlalu
“Eh, denger cerita kemarin gak?” Tanya Lyla sambil meminum minuman yang dipesannya. Oh iya, di game ini juga ada bar atau kafe untuk istirahat. Nah, disitu ada Ragil dan Lyla sedang istirahat (Katakanlah kencan juga bisa). Aya tidak disitu karena sedang menjalankan misi bersama Erland dan anggota lain
“Apa?” Jawab Ragil
“Katanya sekarang ada fitur baru di game ini. Namanya PvP
Player vs Player?”. Lyla mengangguk
“Tapi, akan hanya salah satu yang masih hidup. Karena itu adalah pertarungan hidup dan mati... Seperti layaknya melawan bos”
“Yang menang akan hidup, yang kalah musnah... Menarik” Komentar Ragil. “Lalu, apa imbalannya?”
Rare items” Ujar Lyla
“Seperti?”
“Ya, Muramasa level 13, Rebrator level 9 mungkin pedangmu lebih kuat, Pet level 12...” Lyla mengingat ingat. “Oh iya, kalo beruntung, bisa dapet Excalibur level 24 loh...”
Ragil tersedak. “Uhuk... Uhuk... Ex... Excalibur?! Level 24?!”
“Iya”

Ragil berpikir sejenak, ia sangat tertarik dengan apa yang dijanjikan. “Tapi, jika kalah, aku mati...” Batinnya. Ragil bingung, ia senang apa hadiah yang akan didapat. Tapi risikonya kalau kalah...

“Hei... Hei... Malah melamun” Kata Lyla sambil menepuk pundak Ragil
“Eh, oh...”. “Lumayan menarik...” Ucap Ragil dengan wajah sok cool lalu memakan roti bakarnya
“Jadi, kau mau ikut?”
“Mungkin saja?”
“Tapi jika kau mati, aku...” Lyla segera menutup mulutnya
“Kenapa?”
“Eng... Gapapa...” Ucap Lyla sambil menuju ketempatnya semula
“Ngomong ngomong, makasih ya buat makanan ini” Kata Ragil lalu berdiri

Lyla tersenyum manis. Ragil lalu meninggalkan Lyla sendirian disitu. “PvP... risikonya sangat besar, tapi aku tertarik...” Batin Ragil seraya berjalan melewati beberapa player dan NPC yang lewat.

“Oi!!” Terdengar teriakan seseorang dari belakang Ragil. Ragil menoleh dan mendapati Leo yang berlari kearahnya
“Kenapa?” Tanya Ragil bingung
“Hah... Hosh... Ada yang ingin kubicarakan denganmu...” Ucap Leo ngos ngosan. Ragil mendengarkan apa informasi dari Leo
“Eeh?! Aya dikota ketiga!?” Ragil terbelalak kaget. “Erland juga?!”
“Benar... Mereka nyasar sampai situ, padahal, itu adalah wilayah musuh. Ras kuning...”
“Lalu, mereka disekap?!”
“Kemungkinan begitu...”
“Lalu bagaimana dengan yang lain!?”
“Mungkin sebagian mati, sebagian disekap juga”

Ragil mengeram. “Cih! Sial...” Batinnya kesal. “Aku harus menyelamatkan mereka...”. Tiba tiba Ragil teringat sesuatu. “Baiklah, akan kuselesaikan dengan PvP

PvP? Kau ingin bertaruh nyawa?” Kata Leo yang mengagetkan Ragil
“Barusan... Kau baca pikiranku?” Ucap Ragil heran. Leo mengangguk
“Ini adalah skill baruku...” Leo cengengesan
Ragil mengangguk paham. “Baiklah... Kita kumpulkan anggota yang masih ada. Leo, kau cari Louis, tadi ia tidak ikut karena sedang dating bersama seorang perempuan. Aku akan mencari Lyla”

Leo manggut manggut. Ia kemudian berlari sambil mencoba mengirim pesan ke Louis. Sedangkan Ragil berlari kearah bar tadi. Sampai disana, ia melihat Lyla bercakap cakap dengan player penjaga bar tersebut. “Itu!”

“Lyla!” Teriak Ragil dari pintu masuk
“Kenapa?”

Ragil memberi isyarat agar Lyla kesini. Lyla kemudian medekatinya.

“Ada apa? Tampaknya kau resah” Kata Lyla khawatir
“Ay... Aya... Erland... Dan anggota lain...”. “Disekap dikota ketiga!”
“Eeh!?”
“Cepat ikuti aku!”

Ragil berlari ke utara dan Lyla mengikutinya.
            Tidak ada 30 menit, mereka sampai dijalan keluar kota kedua. Terlihat, Leo dan Louis sudah menunggunya disana.

“Hah... Lama banget” Kata Louis yang duduk santai dibawah pohon
“Lama?! Kau bilang lama?!” Jawab Ragil tak terima
“Sudahlah... Ayolah, kita ini satu guild. Masa kaya gitu...” Sela Lyla. Ragil dan Louis saling tatap lalu memalingkan wajahnya dengan angkuh
“Hadeh... Bakal bubar kalo gini” Ucap Leo. “Ayo kita buat rencana”

Leo mengambil sebatang ranting kecil untuk menulis ditanah. Ia memulainya dengan gambar keadaan kota itu. Leo mulai menjelaskan detil detil tempat, penjaga dan isi kota tersebut.

“Disebelah timur gerbang, ada 2 player menggunakan tameng level 5 dan armor level 7. Kita harus mengalahkannya” Ujar Leo. “Disebelah barat, ada ruang kosong yang cukup bagus untuk dilewati dengan mudah”
“Sebenarnya, aku tidak mau jadi pembunuh, namun apa boleh buat...” Batin Ragil

Leo masih menjelaskan. Ruangan ruangan ditempat itu dan seberapa bahayanya dia jelaskan.

“Baiklah, semuanya sudah kuberikan. Saatnya kita berjalan” Leo bangkit berdiri

Mereka semua lalu keluar dari kota kedua.
            Diperjalanan, banyak sekali monster monster level rendah menghadang. Cukup besar juga, tapi sangat lemah. Kini, mereka dihadang oleh monster berkepala tiga yang mempunyai 5 health. Ragil dan Lyla menghindar bersembunyi dibalik pepohonan sedangkan Louis dan Leo berada di balik semak belukar.

“Gil, gimana ini?” Tanya Lyla takut
“Tenang, pikir dengan jernih...” Kata Ragil mencoba menenangkan. “Gini saja, kita maju menyerang secara mendadak, seperti yang kita lakukan sebelumnya. Kau keluarkan skill terbaikmu dan aku juga”

Lyla mengangguk paham. Ragil menghitung dengan jari, 3... 2... 1... Ayo!. Syat! Mereka keluar dan menyerangnya bertubi tubi.

Blue flame of death!” Swosh! Api biru keluar dari pedangnya sampai membakar hangus monster itu, tapi belum mati
Black fire extinction!“ Swing! Pedang Lyla mengeluarkan api hitam! Lyla menyerang monster itu hingga hampir mati. Sekarang, health monster itu tinggal dua
Death blow!

Crash! Ragil memotong monster itu hingga terbelah menjadi dua. Leo dan Louis kemudian keluar sambil menatap takjub.

“Gila, gak sampe berkurang health kalian...” Komentar Louis sambil tepuk tangan
“Intinya kerjasama” Kata Ragil sambil melirik Lyla. Ia tersenyum dan membuat Lyla tersipu
                                                                                                             Bersambung
....

No comments:

Post a Comment