Karna apdetnya telat, bakal ane terusin sampe akhir (Maybe)
PART 3
Six Sense:
Why?
Ragil dalam perjalanan menuju RSUD.
Seperti biasa, namanya Jakarta ya macet. Saat Ragil sampai di persimpangan
lampu merah, ia berhenti sebentar. Ia cek smartphonenya da nada 2 SMS. Yang
pertama dari temannya “Oi Gil, besok lu bisa kesini kaga? Rumah gw besok kosong,
tinggal gw doang. Party yok!”. Ragil mengabaikan SMS dari temannya itu. SMS ke
2 dari papanya. “Ragil, cepat ke rumah sakit. Adikmu kritis, tadi sempat gagal
jantung”, “What the hell!!” Batin Ragil panik. “Ayo, ayo cepetan jalann!”.
Beruntung, beberapa menit setelah itu, “Untung”. Ragil melaju kecepatan
motornya 60 KM/Jam. 10 menit kemudian ia sampai di RSUD Jakarta. Ia bertanya
pada suster di pendaftaran.
“Sus! Ruang
anggrek nomor 13 dimana?!” Kata Ragil dengan napas tak teratur
“Ada di
lantai 3” Kata suster itu sambil mengecek ruang ruang di rumah sakit
“Terima
kasih!!”
Ragil
langsung berlari mirip orang kesetanan. Ia hampir menabrak suster suster yang
membawa makanan untuk pasien dan juga dokter yang keluar dari kamar pasien. Ia
lalu naik lift untuk menuju lantai 3. Ting! Suara lift berhenti di lantai 2.
“Cepetan dong!” Batin Ragil. Ting! Lift sampai di lantai 3. Saat pintu terbuka,
ia langsung berlari, ia melihat mulai dari ruang mawar, melati dan akhirnya
sampai anggrek. “No 13, no 13!” Batin Ragil sambil melihat nomor nomor ruang
rumah sakit. “13! Bagus!” Ragil melihat angka 13 dan langsung masuk. Ia lihat
adiknya terbaring lemas di ranjang rumah sakit.
“Ana…” Kata
Ragil sambil menitikkan air mata
“Ka… Kak…”
Kata adiknya yang bernama Ana lemas
“Darimana aja
kamu?! Udah tau adiknya kritis! Kluyuran aja!” Omel mama Ragil
“Ana… Maaf
kakak telat menjengukmu, kakak sebenarnya sangat khawatir denganmu. Apalagi
kakak denger kamu gagal jantung”
“Ana seneng
kok… Kakak udah datang kesini”
“Ragil, kamu
sudah papa SMS berkali kali, miscall berkali kali. Kenapa tak dijawab?” Tanya
papa Ragil
“Aku…”.
“Bagaimana cara menjelaskannya?” Batin Ragil
“Sudahlah pa…
Kakak yang penting udah kesini” Kata Ana sambil tersenyum
Ragil
menghela napas lega, jika ia menjelaskannya, mungkin ia akan dianggap gila.
“Tunggu dulu, kenapa banyak sekali orang disini?” Batin Ragil. Ia lihat ruangan
seluruh ruangan adiknya banyak orang yang tak dikenalnya
“Kenapa
banyak orang disini?” Tanya Ragil pada papanya
“Orang? Banyak?
Yang benar saja, ada ada saja kamu. Disini hanya ada kita berempat” Kata Papa
Ragil
Ragil
terkejut, keringat dingin membasahi tubuhnya. “Ah, bodo amat lah” Batin Ragil
menenangkan dirinya. Si Ragil dongo itu tidak tahu bahwa semua orang kecuali
mereka berempat adalah hantu. Ragil lalu pamit pulang kepada kedua orang
tuanya. Untung saja Ragil diperbolehkan pulang oleh orang tuanya. Ragil lalu
berjalan keluar dari kamar Ana dan menuju lantai 1. Dijalan, ia melihat orang
ramai dan hanya Ragil yang dapat melihatnya. Sesampainya di lantai 1, ia keluar
dan mengambil motornya.
Ragil berjalan menuju rumahnya.
Tetapi, di tengah jalan, ia bertemu Mella terlihat cemas di kantor majalah.
Ragil menghentikan motornya.
“Darimana?”
Tanya Ragil pada Mella
“Oh, dari kantor
majalah” Jawab Mella
“Kenapa kau
terlihat cemas?”
“Sebenarnya…”
***
Flasback to
Mella
Tadi pagi,
Mella keluar dari rumahnya ingin ke kantor majalah. Ia ingin mengirimkan hasil
wawancaranya dari artis yang kemarin Mella wawancarai. Dijalan, Mella tak
sengaja melihat bosnya dijalan. Ia mempercepat mobilnya agar sampai duluan dari
bosnya itu. Tapi sialnya, saat mobil bosnya ingin mendahului mobil Mella, Mella
tak sengaja menabrak lampu riting mobil bosnya itu sampai penyok dan pecah. Dan
sialnya lagi, kejadian itu terjadi di dekat kantornya itu. Yap, akhirnya Mella
dipecat.
***
Back to Ragil
“Begitu
ceritanya” Kata Mella sedih
“Begitu…
Terus kamu mau gimana?”
“Aku tidak
tahu” Kata Mella. “Eh, apakah kau tau suara yang memberimu bantuan kemarin?”
“Aku tak
tahu, aku masih bingung dengan semuanya”
“Itu adalah
suara… Iblis” Kata Mella bernada menyeramkan. Ragil kaget dan tubuhnya
gemetaran.
“Ja… Jadi…
Itu iblis? Kenapa iblis itu baik padaku?”
“Mungkin ia
tertarik padamu, jika iblis tertarik dengan seseorang, ia biasanya akan
mengambilnya dan menjadikannya sebagai bawahannya”
“Ah jangan
bercanda kamu” Ragil tampak ketakutan
Saat mereka
mengobrol, tiba tiba ada lubang hitam seperti dimensi lain di depan mereka.
Ragil dan Mella ditarik menuju ke lubang itu.
“Apa yang
terjadi?”
Bersambung
....
No comments:
Post a Comment