Hai Teman teman pembaca yg setia! :D Kali ini saya akan mengirimkan cerbung saya. Silahkan menikmati! :D . Arigatou Gozaimasu :D
PART 1
Six Sense: Beginning
Embun
pagi yang menempel di dedaunan dan kaca rumah. Udara dingin yang menusuk ke
tulang membuat para pelajar dan pengangguran enggan bangun dari tidurnya.
Seperti remaja ini, ia memiliki tampang malas dan bertubuh jangkung. Ini adalah
hari liburnya, jadi ia bisa tidur sepuas puasnya. Sesekali ia melihat smartphonenya
dan biasanya ada SMS setiap hari dari indosat. Tok tok...! Tiba tiba ada yang
mengetuk pintu rumahnya dengan sangat keras.
“Uuh, siapa sih, ganggu orang tidur aja” Kata remaja itu
malas
Ia lalu turun dari lantai 2 rumahnya. Saat ia berjalan
dan membuka pintu, terlihat seorang ibu yang berdiri di depan pintu dengan
wajah panik.
“Ragil!!” Kata ibu itu
“Apa ma, lagi tidur enak enak” Kata remaja itu malas. Oh
iya, nama remaja ini adalah Ragil
“Adikmu masuk rumah sakit!! Kamu harus kesana!! Papa udah
nungguin disana!!” Kata Mama Ragil panik
“Oh gitu…” Kata Ragil malas. “Eh… Ana masuk rumah
sakit?!” Ragil tiba tiba panik
“Iya! Kamu tuh, kalau orang tua ngomong didengerin baik
baik! Jangan masuk telinga kanan, keluar telinga kiri!!”
“Iya iya, udah ma! Aku mau cepet cepet ke rumah sakit!”
Ragil lalu naik ke lantai 2. Eh iya, lupa nyeritain kenapa Ragil bisa punya
rumah tingkat 2. Rumah ini dibeli Ragil karena sangat murah yaitu seharga 50
juta. Kata tetangga rumah itu angker, Ragil mah sebodo gila sama rumah itu.
Coz, Ragil ga pernah diganggu sama penunggunya. Yah, daripada tinggal dirumah,
Ragil hanya dipaksa paksa untuk mencari pendampingnya alias pacar, ya udah,
mending pindah aja. Ragil lalu langsung mengambil smartphonenya dan kunci
motornya. Ragil lalu langsung ke bawah.
“Dari mana aja kamu kok lama banget?! Udah, ga usah pakai
motor kamu! Kamu naik mobil mama aja!”
“Ah, ga usah ma! Macet! Mending naik motor! Ya udah ya
ma! Dadah! bye!” Kata Ragil dan langsung menuju garasi dan mengambil motor
supra x nya.
“Ah ni anak, bandel” Batin mama Ragil
Ragil langsung menyalakan motornya dan langsung menuju
rumah sakit. “Eh, rumah sakitnya dimana yah?” Batin Ragil. “Kenapa ga Tanya
dulu ya? Ah bodo amat, mending telepon aja…”. Ragil lalu menuju ke pinggir
jalan dan merogoh saku celananya dan mengambil smartphonenya. Ia langsung
mengetik nomor papanya dan menelponnya.
“Halo! Pah! Halo?!” Kata Ragil agak panik.
“Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, silahkan
coba beberapa saat lagi. Atau tekan 1 untuk meninggalkan pesan”
“Ah sialan!! Oprator yang jawab! Gak aktif lagi nomornya!
Mana mama tadi enggak ngomong dimana rumah sakitnya” Batin Ragil kesal, padahal
dia yang dongo nggak Tanya sama ibunya.
Setelah
lelah mencari rumah sakitnya. Ia lihat jam, sudah jam 19.30. Akhirnya Ragil
menyerah. Ia perjalanan pulang menuju rumahnya. Saat ia dijalan, di halte
pinggir sekolahnya yaitu SMA Negeri 1 Jakarta, terlihat seorang perempuan sedang
duduk disana dengan tampang khawatir. “Eh, malam malam ada yang nunggu bis?”
Batin Ragil. Ia lalu berhenti di dekat halte itu. Tampak perempuan itu terkejut
dengan kehadiran Ragil.
“Eh, ngapain kamu disitu?” Kata Ragil
“Ka.. Kamu begal ya?!” Perempuan itu tampak takut
“Sembarangan aja, aku bukan begal!”
“Kalau kamu bukan begal, ngapain kamu disini?!”
“Aku lihat kamu tadi clingak clinguk disini, mau
dianterin? Bis gak ada lho jam segini” Kata Ragil. “Lagipula sekarang kan
jamannya begal banyak”
“Siapa juga yang mau dianterin sama kutu busuk kaya
kamu?!” Kata perempuan itu ketus
“Cantik sih cantik, tapi kalau jual mahal kaya gini”
Batin Ragil. “Beneran ga mau? Nanti di begal lho” Kata Ragil menakut nakuti
“Ga… Gak!” Kata perempuan itu tampak sedikit takut
“Ya udah deh, bye!” Kata Ragil yang langsung melaju
“Eeh, tunggu!!” Kata perempuan itu
“Kenapa?” Ragil lalu menghentikan motornya
“Ak… Aku berubah pikiran” Kata perempuan itu malu, bukan
apa, sekarang wajahnya memerah
“Nah, dari tadi gitu napa… Hoaamm… Ya udah, cepet naik.
Udah ngantuk nih” Kata Ragil sambil menguap lebar
Perempuan itu lalu naik ke motor Ragil dan Ragil langsung
melaju. Mereka dijalan mengobrol dan akhirnya Ragil tahu kalau nama perempuan
itu adalah Mella. 15 menit kemudian, mereka sampai ke rumah Mella. Rumahnya
lumayan bagus jika dilihat, bertingkat 3, mobil terparkir di pinggir rumahnya.
“Disini?” Tanya Ragil pada Mella
“Iya, makasih ya!!” Kata Mella
“Ya… Udah ya, aku pulang. Deket kok rumahku, 3 blok dari
rumahmu. Kapan kapan main ya” Kata Ragil
“Siapa juga yang mau kerumah kutu busuk kaya kamu!!” Kata
Mella sambil tersenyum dan langsung masuk ke rumahnya. “Akan ku berikan
setengah kekuatanku padamu” Batin Mella
Ragil lalu menuju rumahnya. Perutnya sudah keroncongan
karena dari pagi tadi belum makan. Ragil lalu ke dapur untuk memasak nasi
goreng. Ia ambil nasi dari magic jar dan langsung memasaknya. Setelah makan, ia
langsung ke lantai 2 dan masuk ke kamarnya dan langsung tidur.
Bersambung
....