Find a other post

Friday, September 11, 2015

Six Sense



 Lanjut malem malem...

PART 8 (A)
Six Sense: Devil

            Krinngg! Tanda usai pelajaran berbunyi, Ragil berlari menuju ke luar dan Mella mengikutinya, entah kenapa Mella agak canggung ingin berbicara dengan perempuan di kelasnya, ia lebih senang bersama Ragil.

“Eeh tunggu! Kenapa kok lari lari?” Cegah Mella saat Ragil sudah didepan pintu kelas

“Aduh Mel! aku kebelet nih! Kamu tunggu sini dulu ya?” Kata Ragil sambil kakinya gemetar

“Tapi…” Belum selesai bicara, Ragil sudah berlari ke kamar mandi di sekolahnya

Mella sebenarnya ingin mengikuti Ragil, tapi mau bagaimana lagi, ia tidak bisa masuk ke kamar mandi laki laki. Mella lalu duduk ke tempatnya semula. 5 menit kemudian, Ragil keluar dengan perasaan lega. Ia lalu kembali menuju ke kelasnya. Akan tetapi, saat Ragil di sana, Mella sudah taka da. “Mungkin dia pergi ke kantin?” Ragil berjalan ke kantin, di sepanjang jalan, Ragil bertanya pada semuanya, tapi tidak ada yang melihatnya. Ragil sudah sampai di kantin.

“Bu, lihat Mella nggak? Cewek Yang tadi sama saya itu?” Tanya Ragil

“Oh Mella? Tadi dia kesini, terus kok ada orang yang jemput dia. Awalnya Mella gak mau, tapi ia dipaksa oleh orang itu, namanya… Duh siapa ya?.... Nggg….” Ibu kantin itu berpikir sejenak. “Kalau gak salah huruf depannya pakai ‘M’…”

“Martin?”

“Oh iya, benar. Namanya Martin”

“Cih, dia!!” Gumam Ragil geram

“Ada apa?” Ibu kantin heran melihat Ragil tampak kesal

“Ga apa apa bu, ya udah. Makasih!” Kata Ragil sambil berlari kembali ke kelasnya

“Sial! Dia lagi! Mau apa dia?”. “Jangan jangan… Uh, tak akan kubiarkan!!” Ragil teringat akan bantuan iblis itu saat ia membantu Lisa, Ragil harus mengorbankan 1 perempuan muda. Tampaknya Mella menjadi sasarannya, Setelah sampai dikelasnya, ia mengambil tasnya dan langsung pergi keluar dari sekolah.

Ragil menggunakan kekuatannya yang sekarang dimilikinya, indra pelacak, yaitu dengan memaksimalkan kinerja mata dan pikiran. “Ke kanan!” Ragil lalu berlari dengan cepatnya.

Di jalan, Ragil melihat Mella sedang ditarik paksa, tanpa pikir panjang, Ragil berlari ke arah iblis itu yang masih berwujud manusia. Iblis itu melihat Ragil, dia tersenyum kemudian menghilang bersama Mella. “Tunggu!!” Teriak Ragil. Ragil hanya bisa tertunduk di tanah melihat Mella menghilang.

“Aku payah, aku tak pantas memiliki kekuatan ini” Gumam Ragil dengan nada menyerah

“Apakah kau akan menyerah dengan orang yang kau cintai?” Tiba tiba ada suara yang mengagetkan Ragil

“Siapa?” Ragil menengok kanan kiri tidak ada siapapun

“Nanti saja kita bicara, aku akan memindahkanmu” Tubuh Ragil seakan melayang menuju entah kemana, samar samar terlihat cahaya di depannya. “Selamat datang di rumahku” Suara itu lama lama menunjukkan bentuk aslinya

“Li… Lisa?” Ragil kaget meliat wajah itu. “Tapi kenapa dia punya telinga seperti kucing?” Batin Ragil

“Benar” Kata Lisa sambil duduk di sofanya. “Jangan khawatir, ini memang rumahku. Tapi ini adalah tempat astral, tidak ada manusia disini”

“Sebenarnya kau ini apa?” Ragil berdiri dan mendekati Lisa

“Aku adalah iblis, bukanlah hantu. Tenang saja, aku tak akan melukaimu”

“A… Apa? Tapi saat aku bantu kau…”

“Aku menyamar”

“Jadi… Kenapa kau mengirimku kesini?”

“Bukankah kau ingin menyelamatkan Mella?”. Ragil mengangguk. “Kalau begitu, aku akan menjadi senjatamu” Lisa lalu berubah menjadi katana yang tertutup sarungnya. “Ambillah aku dan gantung aku di pinggangmu”

“Apa? Lalu bagaimana jika kau patah?” Tanya Ragil dengan wajah heran

“Aku tak akan patah, kecuali aku di temukan oleh exorcist ( Pemburu/pembasmi iblis ). Aku akan lenyap”. “Sekarang, ingatlah sihir ini ‘Raf Ertan Evil Jurte We’s Fak’. Itu akan membantumu”

Raf Ertan Evil Jurte We’s Fak. Apa maksudnya?”

“Itu akan membuatmu memiliki kekuatan dahsyat, tapi itu hanya bertahan 7 menit saja, setelah itu kau pingsan. Dan setelah kau membaca sihir itu, katakan ‘Aly!’ ”

“Baiklah, ayo berangkat” Kata Ragil sambil mengambil Lisa yang berwujud katana dan menggantungnya di pinggang

Ae Kana’s Spera Kon Rew...” Lisa membaca mantra sihir dan di sekeliling Ragil ada huruf kanji membentuk lingkaran. “Law!” Mereka lalu berpindah tempat lagi. Sekarang, Ragil dan Lisa berada di sebuah labirin, di sana ada monster raksasa bertanduk kambing, berekor ular kobra dan menggunakan senjata kapak. “Cepat gunakan aku!”

“Baik!” Ragil mencabut katananya dari pinggangnya. Saat Ragil mencabutnya, katana itu mengeluarkan api biru. “UWOOOHHHH!!!!!” Ragil berlari menuju monster itu

“RAWGH!!” Monster itu melancarkan serangannya kearah Ragil, namun Ragil dapat menghindar

“Rasakan!!” Ragil melompat, namun saat dia di udara, ekor monster itu ikut menyerangnya. “Apa?!” Ragil kaget saat ular itu menuju ke arahnya. Grap! Ragil memegang kepala ular itu, saat ia ingin memotongnya, monster itu kembali menyerangnya. Dap! Ragil melompat menjauh dari monster itu.

“Bagaimana ini?! Apakah kau tidak punya sihir lain, Lisa?!” Tanya Ragil yang sudah kelelahan melawan monster itu

“Masih ada! ‘Air’e Spear Mous Graw. Sinkle!’ Sihir itu akan mengeluarkan api dengan cara mengangkat kedua tanganmu dan mengarahkannya kemana pun, tapi kau harus berkonsentrasi. Sekarang incar matanya!” Kata Lisa

“Baiklah!” Ragil menutup matanya. “Air’e Spear Mous Graw…” Huruf huruf kanji itu mengelilingi Ragil. “Sinkle!” Huruf kanji itu kemudian menyatu di tengah telapak tangan Ragil. Bwosh! 5 Bola api mengarah ke monster itu.

“AWGHHRR!!” Monster itu tampak kesakitan

“Sekarang serang! Ekornya sasaran pertama!”

“HYAHH!!” Ragil berlari menuju monster itu. Ekor monster yang berwujud ular itu bersiap menyerang Ragil. “Ark’t Fraw Spawk. Clank!” Kecepatan Ragil bertambah 10 kali lipat, Ragil sudah berada di belakang monster itu. “Demi Mella!!” Ragil menebas ekor monster itu. Monster itu kehilangan keseimbangan.

“Ini kesempatanmu! Lompatlah setinggi mungkin dan belahlah monster itu menjadi 2 bagian!” Teriak Lisa. Ragil melompat setinggi tingginya.

“Terima ini!! HYAHHH!!!” Ragil membelah monster itu.

“GRAAGHWH!!!” Monster itu kemudian terbelah menjadi 2 dan tumbang.

“Hosh… Hosh….” Ragil kehabisan tenaga, ia kemudian bersender di tembok dan meletakkan Lisa yang masih berwujud katana ke lantai. Syuut! Lisa kembali menjadi iblis

“Tadi sangat bagus, Ragil. Tapi, bagaimana kau bisa mendapat sihir penambah kecepatan?” Tanya Lisa yang sekarang duduk di samping Ragil

“Mella yang mengajarkannya” Jawab Ragil seraya tersenyum.

“Kita harus istirahat sejenak, lalu kita lanjutkan perjalanan” Kata Lisa. Ragil mengangguk

            Ragil dan Lisa selesai beristirahat, Ragil sudah banyak diajarkan sihir sihir selama mereka istirahat. mereka melanjutkan perjalanan. Lisa kembali ke wujud katana. Di jalan mereka banyak menemukan monster monster, tapi tidak sekuat monster yang tadi mereka lawan.

“Monster-monster ini sangat mudah untuk dilawan” Kata Ragil sambil memasukkan katana kembali ke sarungnya

“Ini monster yang sangat lemah, 2-3 tebas memakai diriku, mereka sudah bisa mati” Kata Lisa

“Berarti, ini adalah slime kalau di dalam game”

Slime?” Lisa tidak tahu apa yang dikatakan Ragil
“Yaitu mereka yang berwujud monster mengerikan tetapi sangat lemah”

“Begitu…”

“Sebentar, aku akan melacak keberadaan Mella” Kata Ragil. Ragil lalu berkonsentrasi, “Hah!”

“Kenapa?” Tanya Lisa heran

“Mella sedang di ikat menggunakan rantai di atas perapian!!” Jawab Ragil dengan wajah tegang. “Kita harus cepat!” Ragil berlari secepat kilat seperti orang kesetanan. “Disana!” Ragil menunjuk pintu besar dengan 2 wajah iblis dan ukiran ukiran menyeramkan. Ragil menuju ke pintu itu.

“Tunggu!!” Kata Lisa tiba tiba. Lisa lalu berubah menjadi iblis kembali

“Kenapa?! Kita harus cepat!”

“Bersabarlah! Pintu ini dilapisi pelindung roh jahat! Jika kau menyentuhnya walaupun hanya kukumu saja, kau akan mati hanya dalam waktu 5 detik!”

“Jadi, bagaimana cara menembusnya?”

“Begini…” Lisa menutup matanya. “Kana Wai’l Soryan Dau Korawa Jlouse No Maai…” Huruf kanji berbentuk bola menutupi badan Lisa. “Just!” Lama kelamaan, Lapisan pintu itu berubah menjadi merah darah yang semakin larut kebawah dan akhirnya hilang seluruhnya. “Hah… Hahh…” Lisa tampak kelelahan

“Kenapa kau…?” Tanya Ragil sambil memegangi Lisa yang sudah lemas di lantai
“T… Tena… Tenagaku sudah habis seluruhnya… Ak… Aku perlu is… tirahat selama 10 menit…” Lisa lalu berubah menjadi katana. Ragil mengambilnya dan menggantungnya di samping.

“Mella, aku akan datang menyelamatkanmu…” Gumam Ragil. Ragil berjalan memasuki pintu itu. Ragil melihat iblis sedang mencampur ramuan ramuan aneh, di dalam ruangan banyak patung patung berhala dan lukisan lukisan satan (Dewa/pemimpin dari semua iblis dan setan). Iblis berbalik dan melihat Ragil, iblis itu tersenyum sinis kepada Ragil.

“Khu khu khu… ternyata kau sudah bisa mencapai kesini bocah, Dark Eyes memang tidak bisa diandalkan…”

“Keparat, kau pasti akan kubunuh…” Kata Ragil geram

“Membunuhku? Jangan bermimpi terlalu tinggi, bocah…” Iblis itu mengangkat tangannya. Dari atas, muncullah 2 centaur (Manusia setengah kuda) menggunakan senjata tombak dengan 3 mata pisau di ujung tombaknya. “Berikan aku pertunjukan yang menarik…” Iblis itu menghilang dan naik ke atas. Disana terlihat Mella sedang digantung tangan dan kakinya menggunakan Rantai di pinggir iblis itu.

“Sial, ini masih 2 menit, Lisa bangun masih 8 menit lagi… Tidak ada cara lain, aku harus melawannya sendiri” Gumam Ragil sambil mencabut katananya dari sarungnya.

“Jangan kau anggap remeh kami, kami adalah monster terkuat di sini”

“Monster dan iblis tidak akan menang melawan manusia, akan kukirim kalian ke neraka!!” Kata Ragil sambil berlari ke arah centaur pertama.

Trang trang krak clang!! Katana dan tombak saling beradu kekuatan, tanpa disadari, centaur kedua ikut menyerang Ragil. Ragil tidak bisa menghindar akhirnya lengan kanannya tertusuk mata tombak itu, sontak katana yang dipegang Ragil jatuh dan Ragil melompat kebelakang menjauh dari 2 centaur tadi. “Sial!! Mereka berdua sangat sulit dikalahkan! Lisa bangun 4 menit lagi! Bagaimana ini?!” Batin Ragil panik sambil menahan sakit di tangan kanannya. Kedua centaur menyerang Ragil secara bersamaan dari kanan dan kiri. “Sihir peledak!” Gumam Ragil

Catacom’be pour kana anta’an…” Ragil mulai membaca mantra sambil menatap centaur pertama

“Sihir peledak?! Bagaimana bisa dia memilikinya?!” Iblis kaget mendengar mantra yang di ucapkan Ragil. “Jangan jangan…”

Coure!!”. Blam! Centaur pertama meledak, tapi dia tidak mati, hanya saja, lukanya cukup parah. Sementara centaur kedua masih berlari kearah Ragil. Ragil tidak bisa bergerak karena lengannya masih sakit. “Inikah akhir hidupku?” Batin Ragil, jantungnya sudah tidak beraturan.

                                                                                                            Bersambung
....

No comments:

Post a Comment