Lanjut malem malem...
PART 8 (A)
Six Sense: Devil
Krinngg!
Tanda usai pelajaran berbunyi, Ragil berlari menuju ke luar dan Mella
mengikutinya, entah kenapa Mella agak canggung ingin berbicara dengan perempuan
di kelasnya, ia lebih senang bersama Ragil.
“Eeh tunggu! Kenapa kok lari lari?”
Cegah Mella saat Ragil sudah didepan pintu kelas
“Aduh Mel! aku kebelet nih! Kamu
tunggu sini dulu ya?” Kata Ragil sambil kakinya gemetar
“Tapi…” Belum selesai bicara, Ragil
sudah berlari ke kamar mandi di sekolahnya
Mella sebenarnya ingin mengikuti
Ragil, tapi mau bagaimana lagi, ia tidak bisa masuk ke kamar mandi laki laki.
Mella lalu duduk ke tempatnya semula. 5 menit kemudian, Ragil keluar dengan
perasaan lega. Ia lalu kembali menuju ke kelasnya. Akan tetapi, saat Ragil di
sana, Mella sudah taka da. “Mungkin dia pergi ke kantin?” Ragil berjalan ke
kantin, di sepanjang jalan, Ragil bertanya pada semuanya, tapi tidak ada yang
melihatnya. Ragil sudah sampai di kantin.
“Bu, lihat Mella nggak? Cewek Yang
tadi sama saya itu?” Tanya Ragil
“Oh Mella? Tadi dia kesini, terus kok
ada orang yang jemput dia. Awalnya Mella gak mau, tapi ia dipaksa oleh orang
itu, namanya… Duh siapa ya?.... Nggg….” Ibu kantin itu berpikir sejenak. “Kalau
gak salah huruf depannya pakai ‘M’…”
“Martin?”
“Oh iya, benar. Namanya Martin”
“Cih, dia!!” Gumam Ragil geram
“Ada apa?” Ibu kantin heran melihat
Ragil tampak kesal
“Ga apa apa bu, ya udah. Makasih!”
Kata Ragil sambil berlari kembali ke kelasnya
“Sial! Dia lagi! Mau apa dia?”.
“Jangan jangan… Uh, tak akan kubiarkan!!” Ragil teringat akan bantuan iblis itu
saat ia membantu Lisa, Ragil harus mengorbankan 1 perempuan muda. Tampaknya
Mella menjadi sasarannya, Setelah sampai dikelasnya, ia mengambil tasnya dan
langsung pergi keluar dari sekolah.
Ragil menggunakan kekuatannya yang
sekarang dimilikinya, indra pelacak, yaitu dengan memaksimalkan kinerja mata
dan pikiran. “Ke kanan!” Ragil lalu berlari dengan cepatnya.
Di jalan, Ragil melihat Mella sedang
ditarik paksa, tanpa pikir panjang, Ragil berlari ke arah iblis itu yang masih
berwujud manusia. Iblis itu melihat Ragil, dia tersenyum kemudian menghilang
bersama Mella. “Tunggu!!” Teriak Ragil. Ragil hanya bisa tertunduk di tanah melihat
Mella menghilang.
“Aku payah, aku tak pantas memiliki
kekuatan ini” Gumam Ragil dengan nada menyerah
“Apakah kau akan menyerah dengan
orang yang kau cintai?” Tiba tiba ada suara yang mengagetkan Ragil
“Siapa?” Ragil menengok kanan kiri
tidak ada siapapun
“Nanti saja kita bicara, aku akan
memindahkanmu” Tubuh Ragil seakan melayang menuju entah kemana, samar samar
terlihat cahaya di depannya. “Selamat datang di rumahku” Suara itu lama lama
menunjukkan bentuk aslinya
“Li… Lisa?” Ragil kaget meliat wajah
itu. “Tapi kenapa dia punya telinga seperti kucing?” Batin Ragil
“Benar” Kata Lisa sambil duduk di
sofanya. “Jangan khawatir, ini memang rumahku. Tapi ini adalah tempat astral,
tidak ada manusia disini”
“Sebenarnya kau ini apa?” Ragil
berdiri dan mendekati Lisa
“Aku adalah iblis, bukanlah hantu.
Tenang saja, aku tak akan melukaimu”
“A… Apa? Tapi saat aku bantu kau…”
“Aku menyamar”
“Jadi… Kenapa kau mengirimku kesini?”
“Bukankah kau ingin menyelamatkan
Mella?”. Ragil mengangguk. “Kalau begitu, aku akan menjadi senjatamu” Lisa lalu
berubah menjadi katana yang tertutup sarungnya. “Ambillah aku dan gantung aku
di pinggangmu”
“Apa? Lalu bagaimana jika kau patah?”
Tanya Ragil dengan wajah heran
“Aku tak akan patah, kecuali aku di
temukan oleh exorcist (
Pemburu/pembasmi iblis ). Aku akan lenyap”. “Sekarang, ingatlah sihir ini ‘Raf Ertan Evil Jurte We’s Fak’. Itu akan
membantumu”
“Raf
Ertan Evil Jurte We’s Fak. Apa maksudnya?”
“Itu akan membuatmu memiliki kekuatan
dahsyat, tapi itu hanya bertahan 7 menit saja, setelah itu kau pingsan. Dan
setelah kau membaca sihir itu, katakan ‘Aly!’
”
“Baiklah, ayo berangkat” Kata Ragil
sambil mengambil Lisa yang berwujud katana dan menggantungnya di pinggang
“Ae
Kana’s Spera Kon Rew...” Lisa membaca mantra sihir dan di sekeliling Ragil
ada huruf kanji membentuk lingkaran. “Law!”
Mereka lalu berpindah tempat lagi. Sekarang, Ragil dan Lisa berada di sebuah
labirin, di sana ada monster raksasa bertanduk kambing, berekor ular kobra dan
menggunakan senjata kapak. “Cepat gunakan aku!”
“Baik!” Ragil mencabut katananya dari
pinggangnya. Saat Ragil mencabutnya, katana itu mengeluarkan api biru.
“UWOOOHHHH!!!!!” Ragil berlari menuju monster itu
“RAWGH!!” Monster itu melancarkan
serangannya kearah Ragil, namun Ragil dapat menghindar
“Rasakan!!” Ragil melompat, namun
saat dia di udara, ekor monster itu ikut menyerangnya. “Apa?!” Ragil kaget saat
ular itu menuju ke arahnya. Grap! Ragil memegang kepala ular itu, saat ia ingin
memotongnya, monster itu kembali menyerangnya. Dap! Ragil melompat menjauh dari
monster itu.
“Bagaimana ini?! Apakah kau tidak punya
sihir lain, Lisa?!” Tanya Ragil yang sudah kelelahan melawan monster itu
“Masih ada! ‘Air’e Spear Mous Graw. Sinkle!’ Sihir itu akan mengeluarkan api
dengan cara mengangkat kedua tanganmu dan mengarahkannya kemana pun, tapi kau
harus berkonsentrasi. Sekarang incar matanya!” Kata Lisa
“Baiklah!” Ragil menutup matanya. “Air’e Spear Mous Graw…” Huruf huruf kanji
itu mengelilingi Ragil. “Sinkle!”
Huruf kanji itu kemudian menyatu di tengah telapak tangan Ragil. Bwosh! 5 Bola
api mengarah ke monster itu.
“AWGHHRR!!” Monster itu tampak
kesakitan
“Sekarang serang! Ekornya sasaran
pertama!”
“HYAHH!!” Ragil berlari menuju
monster itu. Ekor monster yang berwujud ular itu bersiap menyerang Ragil. “Ark’t Fraw Spawk. Clank!” Kecepatan
Ragil bertambah 10 kali lipat, Ragil sudah berada di belakang monster itu.
“Demi Mella!!” Ragil menebas ekor monster itu. Monster itu kehilangan keseimbangan.
“Ini kesempatanmu! Lompatlah setinggi
mungkin dan belahlah monster itu menjadi 2 bagian!” Teriak Lisa. Ragil melompat
setinggi tingginya.
“Terima ini!! HYAHHH!!!” Ragil
membelah monster itu.
“GRAAGHWH!!!” Monster itu kemudian
terbelah menjadi 2 dan tumbang.
“Hosh… Hosh….” Ragil kehabisan
tenaga, ia kemudian bersender di tembok dan meletakkan Lisa yang masih berwujud
katana ke lantai. Syuut! Lisa kembali menjadi iblis
“Tadi sangat bagus, Ragil. Tapi,
bagaimana kau bisa mendapat sihir penambah kecepatan?” Tanya Lisa yang sekarang
duduk di samping Ragil
“Mella yang mengajarkannya” Jawab
Ragil seraya tersenyum.
“Kita harus istirahat sejenak, lalu
kita lanjutkan perjalanan” Kata Lisa. Ragil mengangguk
Ragil
dan Lisa selesai beristirahat, Ragil sudah banyak diajarkan sihir sihir selama
mereka istirahat. mereka melanjutkan perjalanan. Lisa kembali ke wujud katana.
Di jalan mereka banyak menemukan monster monster, tapi tidak sekuat monster
yang tadi mereka lawan.
“Monster-monster ini sangat mudah
untuk dilawan” Kata Ragil sambil memasukkan katana kembali ke sarungnya
“Ini monster yang sangat lemah, 2-3
tebas memakai diriku, mereka sudah bisa mati” Kata Lisa
“Berarti, ini adalah slime kalau di dalam game”
“Slime?”
Lisa tidak tahu apa yang dikatakan Ragil
“Yaitu mereka yang berwujud monster
mengerikan tetapi sangat lemah”
“Begitu…”
“Sebentar, aku akan melacak
keberadaan Mella” Kata Ragil. Ragil lalu berkonsentrasi, “Hah!”
“Kenapa?” Tanya Lisa heran
“Mella sedang di ikat menggunakan
rantai di atas perapian!!” Jawab Ragil dengan wajah tegang. “Kita harus cepat!”
Ragil berlari secepat kilat seperti orang kesetanan. “Disana!” Ragil menunjuk
pintu besar dengan 2 wajah iblis dan ukiran ukiran menyeramkan. Ragil menuju ke
pintu itu.
“Tunggu!!” Kata Lisa tiba tiba. Lisa
lalu berubah menjadi iblis kembali
“Kenapa?! Kita harus cepat!”
“Bersabarlah! Pintu ini dilapisi
pelindung roh jahat! Jika kau menyentuhnya walaupun hanya kukumu saja, kau akan
mati hanya dalam waktu 5 detik!”
“Jadi, bagaimana cara menembusnya?”
“Begini…” Lisa menutup matanya. “Kana Wai’l Soryan Dau Korawa Jlouse No
Maai…” Huruf kanji berbentuk bola menutupi badan Lisa. “Just!” Lama kelamaan, Lapisan pintu itu
berubah menjadi merah darah yang semakin larut kebawah dan akhirnya hilang
seluruhnya. “Hah… Hahh…” Lisa tampak kelelahan
“Kenapa kau…?” Tanya Ragil sambil
memegangi Lisa yang sudah lemas di lantai
“T… Tena… Tenagaku sudah habis
seluruhnya… Ak… Aku perlu is… tirahat selama 10 menit…” Lisa lalu berubah
menjadi katana. Ragil mengambilnya dan menggantungnya di samping.
“Mella, aku akan datang
menyelamatkanmu…” Gumam Ragil. Ragil berjalan memasuki pintu itu. Ragil melihat
iblis sedang mencampur ramuan ramuan aneh, di dalam ruangan banyak patung
patung berhala dan lukisan lukisan satan
(Dewa/pemimpin dari semua iblis dan setan). Iblis berbalik dan melihat Ragil,
iblis itu tersenyum sinis kepada Ragil.
“Khu khu khu… ternyata kau sudah bisa
mencapai kesini bocah, Dark Eyes
memang tidak bisa diandalkan…”
“Keparat, kau pasti akan kubunuh…”
Kata Ragil geram
“Membunuhku? Jangan bermimpi terlalu
tinggi, bocah…” Iblis itu mengangkat tangannya. Dari atas, muncullah 2 centaur (Manusia setengah kuda)
menggunakan senjata tombak dengan 3 mata pisau di ujung tombaknya. “Berikan aku
pertunjukan yang menarik…” Iblis itu menghilang dan naik ke atas. Disana
terlihat Mella sedang digantung tangan dan kakinya menggunakan Rantai di
pinggir iblis itu.
“Sial, ini masih 2 menit, Lisa bangun
masih 8 menit lagi… Tidak ada cara lain, aku harus melawannya sendiri” Gumam
Ragil sambil mencabut katananya dari sarungnya.
“Jangan kau anggap remeh kami, kami
adalah monster terkuat di sini”
“Monster dan iblis tidak akan menang
melawan manusia, akan kukirim kalian ke neraka!!” Kata Ragil sambil berlari ke
arah centaur pertama.
Trang trang krak clang!! Katana dan
tombak saling beradu kekuatan, tanpa disadari, centaur kedua ikut menyerang Ragil. Ragil tidak bisa menghindar
akhirnya lengan kanannya tertusuk mata tombak itu, sontak katana yang dipegang
Ragil jatuh dan Ragil melompat kebelakang menjauh dari 2 centaur tadi. “Sial!! Mereka berdua sangat sulit dikalahkan! Lisa
bangun 4 menit lagi! Bagaimana ini?!” Batin Ragil panik sambil menahan sakit di
tangan kanannya. Kedua centaur menyerang
Ragil secara bersamaan dari kanan dan kiri. “Sihir peledak!” Gumam Ragil
“Catacom’be
pour kana anta’an…” Ragil mulai membaca mantra sambil menatap centaur pertama
“Sihir peledak?! Bagaimana bisa dia
memilikinya?!” Iblis kaget mendengar mantra yang di ucapkan Ragil. “Jangan
jangan…”
“Coure!!”.
Blam! Centaur pertama meledak, tapi
dia tidak mati, hanya saja, lukanya cukup parah. Sementara centaur kedua masih berlari kearah Ragil. Ragil tidak bisa bergerak
karena lengannya masih sakit. “Inikah akhir hidupku?” Batin Ragil, jantungnya
sudah tidak beraturan.
Bersambung
....
No comments:
Post a Comment