Find a other post

Saturday, July 25, 2015

Six Sense : Cerbung



 Hai Teman teman pembaca yg setia! :D Kali ini saya akan mengirimkan cerbung saya. Silahkan menikmati! :D . Arigatou Gozaimasu :D

PART 1
Six Sense: Beginning

                Embun pagi yang menempel di dedaunan dan kaca rumah. Udara dingin yang menusuk ke tulang membuat para pelajar dan pengangguran enggan bangun dari tidurnya. Seperti remaja ini, ia memiliki tampang malas dan bertubuh jangkung. Ini adalah hari liburnya, jadi ia bisa tidur sepuas puasnya. Sesekali ia melihat smartphonenya dan biasanya ada SMS setiap hari dari indosat. Tok tok...! Tiba tiba ada yang mengetuk pintu rumahnya dengan sangat keras.

“Uuh, siapa sih, ganggu orang tidur aja” Kata remaja itu malas

Ia lalu turun dari lantai 2 rumahnya. Saat ia berjalan dan membuka pintu, terlihat seorang ibu yang berdiri di depan pintu dengan wajah panik.

“Ragil!!” Kata ibu itu
“Apa ma, lagi tidur enak enak” Kata remaja itu malas. Oh iya, nama remaja ini adalah Ragil
“Adikmu masuk rumah sakit!! Kamu harus kesana!! Papa udah nungguin disana!!” Kata Mama Ragil panik
“Oh gitu…” Kata Ragil malas. “Eh… Ana masuk rumah sakit?!” Ragil tiba tiba panik
“Iya! Kamu tuh, kalau orang tua ngomong didengerin baik baik! Jangan masuk telinga kanan, keluar telinga kiri!!”
“Iya iya, udah ma! Aku mau cepet cepet ke rumah sakit!” Ragil lalu naik ke lantai 2. Eh iya, lupa nyeritain kenapa Ragil bisa punya rumah tingkat 2. Rumah ini dibeli Ragil karena sangat murah yaitu seharga 50 juta. Kata tetangga rumah itu angker, Ragil mah sebodo gila sama rumah itu. Coz, Ragil ga pernah diganggu sama penunggunya. Yah, daripada tinggal dirumah, Ragil hanya dipaksa paksa untuk mencari pendampingnya alias pacar, ya udah, mending pindah aja. Ragil lalu langsung mengambil smartphonenya dan kunci motornya. Ragil lalu langsung ke bawah.
“Dari mana aja kamu kok lama banget?! Udah, ga usah pakai motor kamu! Kamu naik mobil mama aja!”
“Ah, ga usah ma! Macet! Mending naik motor! Ya udah ya ma! Dadah! bye!” Kata Ragil dan langsung menuju garasi dan mengambil motor supra x nya.
“Ah ni anak, bandel” Batin mama Ragil

Ragil langsung menyalakan motornya dan langsung menuju rumah sakit. “Eh, rumah sakitnya dimana yah?” Batin Ragil. “Kenapa ga Tanya dulu ya? Ah bodo amat, mending telepon aja…”. Ragil lalu menuju ke pinggir jalan dan merogoh saku celananya dan mengambil smartphonenya. Ia langsung mengetik nomor papanya dan menelponnya.

“Halo! Pah! Halo?!” Kata Ragil agak panik.
“Nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi, silahkan coba beberapa saat lagi. Atau tekan 1 untuk meninggalkan pesan”
“Ah sialan!! Oprator yang jawab! Gak aktif lagi nomornya! Mana mama tadi enggak ngomong dimana rumah sakitnya” Batin Ragil kesal, padahal dia yang dongo nggak Tanya sama ibunya.

                Setelah lelah mencari rumah sakitnya. Ia lihat jam, sudah jam 19.30. Akhirnya Ragil menyerah. Ia perjalanan pulang menuju rumahnya. Saat ia dijalan, di halte pinggir sekolahnya yaitu SMA Negeri 1 Jakarta, terlihat seorang perempuan sedang duduk disana dengan tampang khawatir. “Eh, malam malam ada yang nunggu bis?” Batin Ragil. Ia lalu berhenti di dekat halte itu. Tampak perempuan itu terkejut dengan kehadiran Ragil.

“Eh, ngapain kamu disitu?” Kata Ragil
“Ka.. Kamu begal ya?!” Perempuan itu tampak takut
“Sembarangan aja, aku bukan begal!”
“Kalau kamu bukan begal, ngapain kamu disini?!”
“Aku lihat kamu tadi clingak clinguk disini, mau dianterin? Bis gak ada lho jam segini” Kata Ragil. “Lagipula sekarang kan jamannya begal banyak”
“Siapa juga yang mau dianterin sama kutu busuk kaya kamu?!” Kata perempuan itu ketus
“Cantik sih cantik, tapi kalau jual mahal kaya gini” Batin Ragil. “Beneran ga mau? Nanti di begal lho” Kata Ragil menakut nakuti
“Ga… Gak!” Kata perempuan itu tampak sedikit takut
“Ya udah deh, bye!” Kata Ragil yang langsung melaju
“Eeh, tunggu!!” Kata perempuan itu
“Kenapa?” Ragil lalu menghentikan motornya
“Ak… Aku berubah pikiran” Kata perempuan itu malu, bukan apa, sekarang wajahnya memerah
“Nah, dari tadi gitu napa… Hoaamm… Ya udah, cepet naik. Udah ngantuk nih” Kata Ragil sambil menguap lebar

Perempuan itu lalu naik ke motor Ragil dan Ragil langsung melaju. Mereka dijalan mengobrol dan akhirnya Ragil tahu kalau nama perempuan itu adalah Mella. 15 menit kemudian, mereka sampai ke rumah Mella. Rumahnya lumayan bagus jika dilihat, bertingkat 3, mobil terparkir di pinggir rumahnya.

“Disini?” Tanya Ragil pada Mella
“Iya, makasih ya!!” Kata Mella
“Ya… Udah ya, aku pulang. Deket kok rumahku, 3 blok dari rumahmu. Kapan kapan main ya” Kata Ragil
“Siapa juga yang mau kerumah kutu busuk kaya kamu!!” Kata Mella sambil tersenyum dan langsung masuk ke rumahnya. “Akan ku berikan setengah kekuatanku padamu” Batin Mella

Ragil lalu menuju rumahnya. Perutnya sudah keroncongan karena dari pagi tadi belum makan. Ragil lalu ke dapur untuk memasak nasi goreng. Ia ambil nasi dari magic jar dan langsung memasaknya. Setelah makan, ia langsung ke lantai 2 dan masuk ke kamarnya dan langsung tidur.


                                                                                                                                                                                                                                                Bersambung
....

No comments:

Post a Comment