PART 2
Life
For Games: Only Game?
Sudah seminggu sejak Ragil dan Aya
memasuki game itu. Mereka kini berada didunia nyata. Beberapa hari yang lalu,
Ragil dan Aya melawan seorang bos level 4 di tepi rawa, bos itu lumayan susah
karena equipment mereka masih level
rendah. Akan tetapi, mereka berdua tiba tiba dibantu oleh Erland yang datang
dari kota pertama. Barang yang dijatuhkan bos itu cukup menarik, Ragil mendapat
pedang Elexaitor, pedang level 3
berwarna hitam kelam dan Aya mendapat pet
atau peliharaan. Seperti campuran dari naga dan elang, lalu diberinya nama Eagon.
“Kak,
kapan kita kembali kesana lagi?” Tanya Aya sambil menggonta ngganti saluran TV
Ragil
melihat jam di PCnya. “Sekitar sepuluh menit lagi”
“Oh...”
Aya
mematikan TV itu dan menuju ke komputernya. Ia lalu menghidupkannya dan
memainkan game sama seperti Kakaknya.
“Ada
quest baru Kak? Terus matchnya
kapan?” Tanya Aya
“Belum,
matchnya nanti jam 8 malem. Duh, harus hunting lagi hari ini” Jawab Ragil yang
matanya masih terpusat dimonitor
“Ngalahin
bos?”
Ragil
mengangguk, ia masih tetap memandangi monitornya. Ragil mencari cari informasi
tentang game Deadly Maze yang membuat
mereka terperangkap. “Loh? Game yang tak tahu darimana dan siapa penciptanya. What the...” Batinnya. “Konon, game ini
adalah game sejenis Action Advanture.
Tapi kabarnya telah membunuh lebih dari tiga ribu orang didunia?!”
“Aya,
coba baca ini...” Kata Ragil tegang
“Apa?”
Aya lalu mendekatkan dirinya ke monitor Kakaknya. Ia terbelalak kaget. “Jadi...
Benar benar game kematian...”
“Benar...”
Mereka
berdua termenung sejenak. Sepuluh menit kemudian, Mereka kembali ke game itu.
Temtu baju yang mereka pakai berbeda, mereka berdua menggunakan armor. Sekarang, mereka berada dikota
kedua. Tit... tit... Tiba tiba mailbox
Ragil berbunyi. Terlihat pesan dari Erland, oh ya, digame ini juga ada fitur
friendship. Jadi bisa menambah teman. “Gil, temui aku di sudut kota pertama”
Kata Erland pada surat itu. Tanpa basa basi, Ragil memberitahu Aya dan mereka
langsung menuju ke kota pertama. Sampai disana, Ragil melihat Erland dan
sekawanan player sedang bercakap cakap.
“Eh
Gil! Sini!” Kata Erland sambil melambai lambaikan tangannya
“Ada
apa?” Tanya Ragil sambil mendekati mereka
“Ada
orang yang mau ketemu sama kau”. Erland menyingkir sedikit memberi jalan untuk
lewat. Terlihat seorang perempuan manis berambut hitam panjang mendekati Ragil
“Siapa
kau?”
“Kenalkan,
aku Lyla...” Kata perempuan itu manis, dia menggunakan armor level 2, pedang Viper
merah ramping level 2 dan pet level 1
“Aku
Ragil... Dan ini Adikku, Aya...” Jawab Ragil
“Salam
kenal” Kata Aya menambahkan
“Baiklah...
Sekarang kalian berdua sudah berkenalan kan? Ok, kita mulai...”
“Tunggu,
ada apa? Kenapa kau ingin aku kesini? Apakah hanya untuk tadi?” Sela Ragil tiba
tiba
“Tentu
tidak. Aku ingin kau bergabung dengan guildku ini.”
“Bergabung?
Untuk apa?”
“Mengalahkan
bos terkuat, lalu barangnya kita bagi rata”. Ragil berpikir sejenak
“Bagaimana
Aya?”
“Terserah
Kakak...” Jawab Aya
“Hm...
Baiklah, aku terima tawaranmu...”
Erland
tersenyum puas, ia lalu melanjutkan kata katanya untuk menyusun rencana
mengalahkan bos.
“Saat
aku, Ragil, Leo dan Lyla maju, kalian serang dari belakang” Kata Erland penuh
percaya diri. Semuanya mengangguk paham. “Baik, besok kita kumpul jam 3 sore”.
Satu persatu dari mereka membubarkan diri, yang hanya tinggal Aya, Ragil dan
Lyla
“Gak
pulang?” Tanya Ragil pada Lyla
“Nanti,
aku mau pergi ke NPC yang bisa memperkuat pedang dan armorku ini” Jawab Lyla sambil membuka buka gulungan kertas berisi map
“Oh...”.
“Ya udah, duluan yak?”
Lyla
manggut manggut, Ragil dan Aya lalu meninggalkan Lyla sendiri disitu.
Sehari telah berlalu, Ragil dan
kawanan guildnya menuju ke hutan tempat bos itu berada. Sampai disana, Erland
memberi aba aba untuk berhenti.
“Kenapa?”
Tanya Louis, atau biasa disebut Black
Knight
“Lihat”
Jawab Erland sambil menunjuk kearah pepohonan. Ragil menatap tajam kearah situ.
“Iblis?
Memakan monster?” Batin Ragil tak enak. “Maksudmu iblis yang memakan monster
level tinggi?”
“Benar,
meleset dari dugaanku...”
“Mungkin
iblis itu jauh lebih kuat? Level 10 kah?” Tanya Leo
“Bisa
saja, ikuti aku...”
Erland
mengendap endap dibalik semak semak diikuti oleh semuanya. “Tanpa suara,
terdengar sedikit, pasti mati” Batin Aya. Mereka hampir sampai dibelakang iblis
itu. Krak! Tak sengaja Lyla menginjak ranting pohon dan bunyinya lumayan keras.
Sontak iblis yang sedang memakan monster itu berbalik dan melihat mereka semua.
“Uh!
Berpencar!” Perintah Erland
Mereka
lalu berpencar ke berbagai arah. Kini, Ragil, Aya, Lyla dan Erland berada dibelakang
iblis itu.
“Ma...
Maaf... Tadi aku gak sengaja” Kata Lyla menyesal
“Tak
usah dipikirkan, sekarang, kita harus menyusun strategi” Jawab Ragil
“Baiklah,
ini semua kuserahkan padamu Ragil...” Ucap Erland takut sambil memeluk kedua
kakinya
Ragil,
Aya dan Lyla menatap Erland. “Yang bener aja, ketua guild kaya banci gini...”
Batin Ragil kesal. Mereka bertiga lalu menyusun rencana, Ragil yang akan
mengalihkan perhatian, Aya akan menyerang setelah iblis itu terpancing bersama
Lyla.
“Baik,
kita mulai rencananya” Kata Ragil sambil berdiri. Syat! Ragil keluar dari semak
semak persembunyian mereka dan mendekati iblis itu. Iblis itu melihat
kebelakang dan menyerang Ragil
“Sekarang!”.
Aya dan Lyla keluar
“Eagon! Flame Burst!” Teriak Aya. Bwosh! Bola api besar menyambar tubuh
iblis tersebut
“Tiga
ayunan pedang kematian!”. Lyla kemudian maju menyerang iblis itu. Clash! Crak!
Swish! Ia menyerangnya dengan lincahnya
Dap!
Mereka berkumpul setelah semua itu. Ragil kaget karena iblis itu belum mati.
Bahkan healthnya masih 4. Iblis itu
hendak menyerang mereka.
“Jangan
lupa ada aku disini!” Tiba tiba Erland keluar dan menyerang iblis itu
“Kami
juga!” Semua anggota guild keluar tanpa rasa takut sama sekali
“Semuanya!”
Batin Ragil. Semangatnya kembali pulih, ia kemudian ikut menyerang iblis itu.
“Kakak!”
Teriak Aya saat Ragil meninggalkannya
“Jangan
kemari! Tetaplah disitu!” Perintah Ragil
“Kebersamaan
ini...” Batin Ragil. “Sudah lama tak kurasakan!”. “Pedang angin...” Ragil
menutup matanya. “Delapan mata angin!”
Ragil
berlari menyerang iblis itu. Bwesh! Saat ia mengayunkan pedangnya dari jarak
jauh, tiba tiba angin tajam keluar dari pedang itu!. Ragil terus terusan
begitu, hingga pohon pohon terbelah. Iblis itu mengerang hingga membuat gendang
telinga ingin pecah.
“Apa
itu?!” Kata Erland kaget
Brugh!
Iblis itu tumbang seketika. Bersamaan dengan itu, Ragil juga kelelahan dan dia
terduduk ditanah. Semua anggota guild itu mendekati Ragil.
“Hei!
Apa apaan itu!” Tanya Leo heran
“Kak,
apa itu?” Aya ikut ikutan. Semuanya menanyakan hal yang sama
“Bisakah
kalian diam dulu?” Kata kata Ragil membuat mereka terdiam. “Itu hanyalah skill yang kudapat saat mendapatkan
pedang ini”
Mereka
semua terdiam, tak menyangka bahwa player yang baru saja datang bisa
mengendalikan kekuatan yang cukup sulit.
“Silahkan
kalian ambil barang barang dari bos itu...” Kata Ragil yang masih terduduk
ditanah
Spontan,
mereka memunguti barang barang yang cukup bagus disitu. Namun, Lyla mengambil 2
barang. Ia kemudian mendekati Ragil dan memberikannya sebuah.
“Ini,
ambillah...” Kata Lyla
“Kenapa?
Armor itu tampaknya kuat, tapi,
bukankah kau yang mengambil? Dan itu sepertinya cocok untukmu” Tanya Ragil
heran
“Kau
yang sudah banyak menolong kami, lagipula aku sudah punya Armor level 4. Dan untukmu ini juga level 4, tapi kekuatan dan
ketahanan armorku masih diatas punyamu satu tingkat”
Ragil
manggut manggut paham, ia kemudian menerimanya.
“Armor baru... Hehehe...” Ragil kemudian
pingsan setelah menerimanya dan memasukkannya kedalam inventorynya
Bersambung
....
No comments:
Post a Comment