Find a other post

Saturday, September 12, 2015

Life For Games

Ini dulu aja yak

 PART 2
Life For Games: Only Game?
            Sudah seminggu sejak Ragil dan Aya memasuki game itu. Mereka kini berada didunia nyata. Beberapa hari yang lalu, Ragil dan Aya melawan seorang bos level 4 di tepi rawa, bos itu lumayan susah karena equipment mereka masih level rendah. Akan tetapi, mereka berdua tiba tiba dibantu oleh Erland yang datang dari kota pertama. Barang yang dijatuhkan bos itu cukup menarik, Ragil mendapat pedang Elexaitor, pedang level 3 berwarna hitam kelam dan Aya mendapat pet atau peliharaan. Seperti campuran dari naga dan elang, lalu diberinya nama Eagon.

“Kak, kapan kita kembali kesana lagi?” Tanya Aya sambil menggonta ngganti saluran TV
Ragil melihat jam di PCnya. “Sekitar sepuluh menit lagi”
“Oh...”

Aya mematikan TV itu dan menuju ke komputernya. Ia lalu menghidupkannya dan memainkan game sama seperti Kakaknya.

“Ada quest baru Kak? Terus matchnya kapan?” Tanya Aya
“Belum, matchnya nanti jam 8 malem. Duh, harus hunting lagi hari ini” Jawab Ragil yang matanya masih terpusat dimonitor
“Ngalahin bos?”

Ragil mengangguk, ia masih tetap memandangi monitornya. Ragil mencari cari informasi tentang game Deadly Maze yang membuat mereka terperangkap. “Loh? Game yang tak tahu darimana dan siapa penciptanya. What the...” Batinnya. “Konon, game ini adalah game sejenis Action Advanture. Tapi kabarnya telah membunuh lebih dari tiga ribu orang didunia?!”

“Aya, coba baca ini...” Kata Ragil tegang
“Apa?” Aya lalu mendekatkan dirinya ke monitor Kakaknya. Ia terbelalak kaget. “Jadi... Benar benar game kematian...”
“Benar...”

Mereka berdua termenung sejenak. Sepuluh menit kemudian, Mereka kembali ke game itu. Temtu baju yang mereka pakai berbeda, mereka berdua menggunakan armor. Sekarang, mereka berada dikota kedua. Tit... tit... Tiba tiba mailbox Ragil berbunyi. Terlihat pesan dari Erland, oh ya, digame ini juga ada fitur friendship. Jadi bisa menambah teman. “Gil, temui aku di sudut kota pertama” Kata Erland pada surat itu. Tanpa basa basi, Ragil memberitahu Aya dan mereka langsung menuju ke kota pertama. Sampai disana, Ragil melihat Erland dan sekawanan player sedang bercakap cakap.

“Eh Gil! Sini!” Kata Erland sambil melambai lambaikan tangannya
“Ada apa?” Tanya Ragil sambil mendekati mereka
“Ada orang yang mau ketemu sama kau”. Erland menyingkir sedikit memberi jalan untuk lewat. Terlihat seorang perempuan manis berambut hitam panjang mendekati Ragil
“Siapa kau?”
“Kenalkan, aku Lyla...” Kata perempuan itu manis, dia menggunakan armor level 2, pedang Viper merah ramping level 2 dan pet level 1
“Aku Ragil... Dan ini Adikku, Aya...” Jawab Ragil
“Salam kenal” Kata Aya menambahkan
“Baiklah... Sekarang kalian berdua sudah berkenalan kan? Ok, kita mulai...”
“Tunggu, ada apa? Kenapa kau ingin aku kesini? Apakah hanya untuk tadi?” Sela Ragil tiba tiba
“Tentu tidak. Aku ingin kau bergabung dengan guildku ini.”
“Bergabung? Untuk apa?”
“Mengalahkan bos terkuat, lalu barangnya kita bagi rata”. Ragil berpikir sejenak
“Bagaimana Aya?”
“Terserah Kakak...” Jawab Aya
“Hm... Baiklah, aku terima tawaranmu...”

Erland tersenyum puas, ia lalu melanjutkan kata katanya untuk menyusun rencana mengalahkan bos.

“Saat aku, Ragil, Leo dan Lyla maju, kalian serang dari belakang” Kata Erland penuh percaya diri. Semuanya mengangguk paham. “Baik, besok kita kumpul jam 3 sore”. Satu persatu dari mereka membubarkan diri, yang hanya tinggal Aya, Ragil dan Lyla

“Gak pulang?” Tanya Ragil pada Lyla
“Nanti, aku mau pergi ke NPC yang bisa memperkuat pedang dan armorku ini” Jawab Lyla sambil membuka buka gulungan kertas berisi map
“Oh...”. “Ya udah, duluan yak?”

Lyla manggut manggut, Ragil dan Aya lalu meninggalkan Lyla sendiri disitu.
            Sehari telah berlalu, Ragil dan kawanan guildnya menuju ke hutan tempat bos itu berada. Sampai disana, Erland memberi aba aba untuk berhenti.

“Kenapa?” Tanya Louis, atau biasa disebut Black Knight
“Lihat” Jawab Erland sambil menunjuk kearah pepohonan. Ragil menatap tajam kearah situ.
“Iblis? Memakan monster?” Batin Ragil tak enak. “Maksudmu iblis yang memakan monster level tinggi?”
“Benar, meleset dari dugaanku...”
“Mungkin iblis itu jauh lebih kuat? Level 10 kah?” Tanya Leo
“Bisa saja, ikuti aku...”

Erland mengendap endap dibalik semak semak diikuti oleh semuanya. “Tanpa suara, terdengar sedikit, pasti mati” Batin Aya. Mereka hampir sampai dibelakang iblis itu. Krak! Tak sengaja Lyla menginjak ranting pohon dan bunyinya lumayan keras. Sontak iblis yang sedang memakan monster itu berbalik dan melihat mereka semua.

“Uh! Berpencar!” Perintah Erland

Mereka lalu berpencar ke berbagai arah. Kini, Ragil, Aya, Lyla dan Erland berada dibelakang iblis itu.

“Ma... Maaf... Tadi aku gak sengaja” Kata Lyla menyesal
“Tak usah dipikirkan, sekarang, kita harus menyusun strategi” Jawab Ragil
“Baiklah, ini semua kuserahkan padamu Ragil...” Ucap Erland takut sambil memeluk kedua kakinya

Ragil, Aya dan Lyla menatap Erland. “Yang bener aja, ketua guild kaya banci gini...” Batin Ragil kesal. Mereka bertiga lalu menyusun rencana, Ragil yang akan mengalihkan perhatian, Aya akan menyerang setelah iblis itu terpancing bersama Lyla.

“Baik, kita mulai rencananya” Kata Ragil sambil berdiri. Syat! Ragil keluar dari semak semak persembunyian mereka dan mendekati iblis itu. Iblis itu melihat kebelakang dan menyerang Ragil
“Sekarang!”. Aya dan Lyla keluar
Eagon! Flame Burst!” Teriak Aya. Bwosh! Bola api besar menyambar tubuh iblis tersebut
“Tiga ayunan pedang kematian!”. Lyla kemudian maju menyerang iblis itu. Clash! Crak! Swish! Ia menyerangnya dengan lincahnya

Dap! Mereka berkumpul setelah semua itu. Ragil kaget karena iblis itu belum mati. Bahkan healthnya masih 4. Iblis itu hendak menyerang mereka.

“Jangan lupa ada aku disini!” Tiba tiba Erland keluar dan menyerang iblis itu
“Kami juga!” Semua anggota guild keluar tanpa rasa takut sama sekali

“Semuanya!” Batin Ragil. Semangatnya kembali pulih, ia kemudian ikut menyerang iblis itu.

“Kakak!” Teriak Aya saat Ragil meninggalkannya
“Jangan kemari! Tetaplah disitu!” Perintah Ragil

“Kebersamaan ini...” Batin Ragil. “Sudah lama tak kurasakan!”. “Pedang angin...” Ragil menutup matanya. “Delapan mata angin!”

Ragil berlari menyerang iblis itu. Bwesh! Saat ia mengayunkan pedangnya dari jarak jauh, tiba tiba angin tajam keluar dari pedang itu!. Ragil terus terusan begitu, hingga pohon pohon terbelah. Iblis itu mengerang hingga membuat gendang telinga ingin pecah.

“Apa itu?!” Kata Erland kaget

Brugh! Iblis itu tumbang seketika. Bersamaan dengan itu, Ragil juga kelelahan dan dia terduduk ditanah. Semua anggota guild itu mendekati Ragil.

“Hei! Apa apaan itu!” Tanya Leo heran
“Kak, apa itu?” Aya ikut ikutan. Semuanya menanyakan hal yang sama
“Bisakah kalian diam dulu?” Kata kata Ragil membuat mereka terdiam. “Itu hanyalah skill yang kudapat saat mendapatkan pedang ini”

Mereka semua terdiam, tak menyangka bahwa player yang baru saja datang bisa mengendalikan kekuatan yang cukup sulit.

“Silahkan kalian ambil barang barang dari bos itu...” Kata Ragil yang masih terduduk ditanah

Spontan, mereka memunguti barang barang yang cukup bagus disitu. Namun, Lyla mengambil 2 barang. Ia kemudian mendekati Ragil dan memberikannya sebuah.

“Ini, ambillah...” Kata Lyla
“Kenapa? Armor itu tampaknya kuat, tapi, bukankah kau yang mengambil? Dan itu sepertinya cocok untukmu” Tanya Ragil heran
“Kau yang sudah banyak menolong kami, lagipula aku sudah punya Armor level 4. Dan untukmu ini juga level 4, tapi kekuatan dan ketahanan armorku masih diatas punyamu satu tingkat”

Ragil manggut manggut paham, ia kemudian menerimanya.

Armor baru... Hehehe...” Ragil kemudian pingsan setelah menerimanya dan memasukkannya kedalam inventorynya
                                                                                                               Bersambung
....

No comments:

Post a Comment